Telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abu Laila Abdullah bin Maisarah} dari {Mazidah bin Jabir} ia berkata, {Ibuku} berkata; Saya berada di dalam Masjid pada masa kekhilafahan Utsman radliallahu ‘anhu. Kemudian {Abu Musa} datang dan saya mendengarnya berkata; “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah memerintahkan untuk berpuasa pada hari ‘Asyura`. Karena itu berpuasalah kalian.”
Telah menceritakan kepada kami {Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Abu Ishaq} dari {Buraid bin Abu Maryam} dari {seorang laki-laki} dari Bani Tamim, dari {Abu Musa Al Asy’ari} ia berkata; Ali bin Abu Thalib pernah shalat bersama kami. Dan shalat itu mengingatkan kami tentang shalat yang pernah kami tunaikan bersama Rasulullah saw. Mungkin kami memang melupakannya atau meninggalkannya dengan sengaja. Beliau selalu bertakbir pada setiap kali akan ruku’, meletakkan tangan, berdiri dan duduk.
Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Sulaiman At Taimi} dari {Qatadah} dari {Abu Ghallab} dari {Hiththan bin Abdullah Ar Raqasyi} dari {Abu Musa} ia berkata; Rasulullah saw. mengajari kami seraya bersabda: “Jika kalian hendak menunaikan shalat, hendaklah salah seorang dari kalian menjadi imam. Dan ketika imam membaca, maka diamlah.”
Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} yakni Al Asyyab, ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Sukain bin Abdul Aziz} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Al A’raj} ia berkata, Abdullah yakni saya menduganya adalah Asy Syanniy, ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Hamzah bin Ali bin Makhfar} dari {Abu Burdah} dari {Abu Musa} ia berkata; Kami pernah melakukan peperangan bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan beliau. Kemudian beliau berhenti dan beristirahat bersama kami. Aku pun menghabiskan sebagian dari waktu malamku menuju tempat peristirahatan Rasulullah saw. Saya mencari beliau, akan tetapi tidak mendapatkannya. Saya pun keluar untuk mencarinya, dan tiba-tiba seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah saw. juga mencari beliau. Dalam suasana seperti itu, tiba-tiba Rasulullah saw. berjalan ke arah kami. Maka kami pun berkata, “Wahai Rasulullah, Anda sedang berada di kawasan peperangan, dan kami tidak merasa aman terhadap keselamatan Anda. Sekiranya Anda memiliki hajat, katakanlah kepada sebagian sahabat Anda, niscaya ia akan mengawali Anda.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Saya mendengar suara gemuruh angin sebagaimana gemuruh penggilingan atau dengungan seperti dengungan lebah. Kemudian aku didatangi sesutu dari Rabb-ku ‘azza wajalla, lalu ia memberi pilihan padaku antara separuh umatku masuk surga ataukah memilih syafa’atku (yang dapat aku berikan) untuk mereka. Maka aku pun memilik syafa’atku untuk mereka dan saya tahu bahwa hal itu lebih luas bagi mereka. Kemudian ia memberikan pilihan lagi padaku, yaitu antara sepertiga dari umatku masuk surga ataukah memiliki syafa’at, maka aku pun lebih memilih syafa’at, karena saya tahu itu lebih luas bagi mereka.” kedua sahabat itu pun berkata, “Wahai Rasulullah, berdo’alah kepada Allah, agar menjadikan kami termasuk golongan yang mendapatkan syafa’atmu.” Maka beliau pun mendo’akan mereka berdua. Kemudian kedua sahabat itu mengabarkan sabda Rasulullah saw. kepada para sahabat Rasulullah saw. yang lain. Maka mereka datang dan berkata, “Wahai Rasulullah, berdo’alah kepada Allah, agar menjadikan kami termasuk golongan yang mendapatkan syafa’atmu.” Maka beliau pun mendo’akan mereka. Orang-orang semakin banyak, akhirnya Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya syafa’at itu adalah bagi mereka yang meninggal dan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.”
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq As Salahiniy} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Abu Sinan} ia berkata; Aku menguburkan anakku, dan saat saya masih di kuburan, {Abu Thalhah} menarik tanganku lalu mengeluarkanku (dari kuburan) lalu dia berkata, “Maukah kamu aku berikan kabar gembira? Aku menjawab, “Ya.” Dia berkata, {Adl Dhahak bin Abdurrahman} telah berkata kepadaku dari {Abu Musa Al Asy’ari} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai malakul maut engkau telah mencabut nyawa anak hambaKu, engkau telah mencabut nyawa penyejuk mata dan buah hatinya? ‘ Malaikat menjawab: ‘Ya.’ Allah bertanya: ‘Apa yang dia katakan? ‘ Malaikat menjawab: ‘Dia memuji-Mu dan mengucapkan Istirja’ (INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI RAJI’UN).’ Allah berfirman: ‘Buatkanlah untuknya suatu rumah di surga dan namakanlah rumah tersebut dengan ‘Baitul Hamd’ (rumah pujian).'” Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abdullah} yakni Ibnul Mubarak. Ia pun menyebutkannya. Hanya saja ia mengatakan; Bahwa Abu Thalhah itu Alkhaulani dan Addhahak bin Abdurrahman bin Arzab.
Telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Al Walid} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Khalid} yakni Ath Thahhan, dari {Mutharrif} dari {Amir} dari {Abu Burdah} dari {Abu Musa} bawha Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang memerdekakan budak wanita kemudian ia menikahinya, maka baginya dua pahala.”
Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Harisy bin Sulaim} Telah menceritakan kepada kami {Thalhah bin Musharrif} dari {Abu Burdah} dari {Abu Musa} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Setiap yang memabukkan adalah haram.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {ayahku}, ia berkata; telah menceritakan kepada kami {Dawud bin Abu Hind} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ashim bin Sulaiman} dari {Shafwan bin Muhriz} ia berkata, {Abu Musa} berkata; Saya bertepas diri dari orang-orang yang Allah dan Rasul-Nya berlepas diri daripadanya. Rasulullah saw. berlepas diri dari setiap orang yang mencukur rambut/jenggotnya, merobek-robek baju, dan meratap (meraung-raung) saat tertimpa musibah.
Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {bapakku} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Juhadah} dari {Abdurrahman bin Tsarwan} dari {Hudzail bin Syurahbil} dari {Abu Musa} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya di hadapan kalian akan terjadi berbagai macam fitnah sebagaimana gelapnya malam yang mencekam. Pada pagi harinya seseorang dalam keadaan mukmin, namun pada sore harinya telah menjadi kafir. Dan pada sore harinya dalam keadaan mukmin, namun pada pagi harinya telah menjadi kafir. Mereka yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, dan yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan mereka yang berjalan lebih baik daripada mereka berlari. Maka hancurkanlah tombak kalian, putuskanlah tali busur kalian, dan pukulkanlah pedang kalian ke batu, dan jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam rumahnya, hendaklah ia menjadi anak Adam yang terbaik.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abu Qudamah Al Harits bin Ubaid Al Iyadi} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abu Imran} yakni Al Jauni, dari {Abu Bakr bin Abdullah bin Qais} dari {bapaknya}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Jannah Firdaus ada empat bagian. Dua bagian terbuat dari emas, yaitu perhiasan dan bejana-bejananya beserta isinya. Kemudian dua bagian yang lain terbuat dari perak, yaitu bejana-bejananya, perhiasannya, dan segala isinya. dan tidak ada penghalang antara penduduk surga dengan Rabb mereka kecuali hanya pakaian keagungan yang terdapat pada Wajah-Nya di surga ‘Adn. Dan sungai-sungai ini mengalir dari Surga Aden, kemudian aliran sungai itu menjadi aliran sungai-sungai kecil yang lain.”