Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil}, telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Simak} dari {Jabir bin Samurah} bahwa suatu penduduk rumah di Harrah dalam keadaan sangat membutuhkan, Jabir berkata; “lantas seekor unta milik mereka atau orang lain mati, maka Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam memberikan keringanan kepada mereka untuk memakannya.” Jabir berkata; “Maka mereka terlindungi dari sisa musim dingin atau musim paceklik.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dari {Simak} bahwa dia mendengar {Jabir bin Samurah} berkata; “Seorang lelaki meninggal dunia di masa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, lalu laki-laki lain datang menemui beliau seraya berkata; “Wahai Rasulullah si Fulan telah meninggal dunia.” Beliau menjawab: “Dia belum meninggal.” Laki-laki itu pun datang untuk yang kedua kalinya dan mengabarkan kematian tersebut, hingga datang untuk yang ke tiga kali sambil mengabarkan kematian, Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepadanya: “Bagaimana dia meningal?.” Dia menjawab; “Ia menggorok dirinya dengan anak panah.” Jabir berkata; “Maka beliau tidak menshalatinya.”
Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair}, telah menceritakan kepada kami {Mujalid} dari {Amir} dari {Jabir bin Samurah As Suwa`i} ia berkata; Aku mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda di haji wada’: “Agama ini akan selalu tampak kuat dari yang memusuhinya, tiada akan membahayakan pihak yang menyelisihi atau yang memporak-porandakannya hingga berlalu dua belas khalifah dari umatku, semuanya…” Setelah itu aku tidak mendengar kalimat yang di sabdakan oleh Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, maka aku tanyakan maksudnya pada ayahku, karena ia lebih dekat dengan kendaraan Rasulullah saw. daripada aku, ayahku berkata; beliau bersabda: “Semuanya dari Quraisy.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far}, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, telah menceritakan kepada kami {Simak bin Harb} ia berkata; Aku bertanya kepada {Jabir bin Samurah}; “Bagaimana Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam berkhutbah?, ” Jabir menjawab; “Beliau berkhutbah sambil berdiri, lalu duduk dan berdiri kembali.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah mengabarkan kepada kami {Isra`il} dari {Simak} bahwa ia mendengar {Jabir bin Samurah} berkata; Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Akan bermunculan para pendusta, menjelang tibanya hari Kiamat.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah mengabarkan kepada kami {Isra`il} dari {Simak} bahwa dia mendengar {Jabir bin Samurah} berkata; Ma’iz bin Malik dihadapkan kepada Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, dia adalah seorang lelaki berbadan pendek, di kain sarungnya tidak mengenakan selendang (sabuk), Jabir berkata; “Ketika itu Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam sedang bersandar di bantal ke sebelah kiri, beliau berbicara kepadanya, namun aku tidak tahu apa yang dibicarakannya, karena aku jauh darinya. antara aku dan beliau terhalang sekelompok orang, kemudian beliau bersabda: “Bawalah dia!.” Tidak berapa lama, beliau bersabda lagi: “Kembalikanlah dia padaku.” Lalu beliau berbicara dengannya dan akupun dapat mendengarnya, beliau bersabda: “Bawalah dia dan rajamlah dia!.” Kemudian Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam berdiri berkhutbah, sementara saya mendengarkannya, Jabir berkata; beliau bersabda: “Ketahuilah, setiap kali kita pergi berperang di jalan Allah, ternyata salah seorang dari mereka ada yang tertinggal, dia memberikan sesuatu (kepada isterinya) seperti suara kambing pejantan yang sedang terbakar nafsu birahi, lalu salah seorang dari mereka (isterinya) memberikan sedikit susunya, demi Allah jika aku mampu menangkap mereka niscaya aku akan menghukum mereka.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq}, telah mengabarkan kepada kami {Isra`il} dari {Simak} bahwa dia mendengar {Jabir bin Samurah} berkata; “Mu’adzin Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam biasa mengumandangkan adzan, lalu menunggu sejenak, ia tidak mengumandangkan iqamat hingga Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam terlihat, setelah ia melihat beliau keluar, barulah shalat ditegakkan.”
Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Khalid}. telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Muhajir bin Mismar} dari {Amir bin Sa’ad} ia berkata; aku bertanya kepada {Jabir bin Samurah} mengenai hadits Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, Jabir berkata; Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Agama ini akan selalu tegak hingga berlalu dua belas khalifah dari Quraisy, setelah itu muncullah para pendusta, yaitu menjelang hari kiamat, lalu keluarlah sekelompok kaum muslimin yang akan menundukkan istana putih Kisra dan keluarganya, apabila ada seorang hamba yang diberikan kebaikan oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala, maka mulailah dari diri sendiri dan keluarganya, sedang aku menunggu kalian di telaga (Al Haudh).”
Telah menceritakan kepada kami {Yazid}, telah mengabarkan pada kami {Mis’ar} dari {Ubaidullah bin Al Qibthiyah} dari {Jabir bin Samurah} dia berkata; “Dahulu ketika kami shalat di belakang Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, kami biasa mengucapkan “Assalaamu’alaikum” sambil memberikan isyarat dengan tangan ke kanan dan ke kiri, maka Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Kenapa orang-orang mengangkat tangannya seakan-akan ekor kuda yang kepanasan, tidak bisakah salah seorang diantara kalian tenang, dan cukup memberi isyarat dengan tangannya di atas paha, kemudian memberikan salam kepada sahabatnya ke kanan dan ke kiri?.”
Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud}, telah mengabarkan pada kami {Syu’bah} dari {Simak} dia berkata; aku mendengar {Jabir bin Samurah} ketika ditanya tentang uban Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, dia menjawab; “Di kepala beliau hanya ada beberapa helai uban, apabila diminyaki, maka ubannya tidak tampak, namun apabila tidak diminyaki maka ubannya akan tampak.”