Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20417

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا أَبُو عِمْرَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَأَوْصَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا طَبَخْتُ قِدْرًا أَنْ أُكْثِرَ مَرَقَتَهَا فَإِنَّهَا أَوْسَعُ لِلْجِيرَانِ

Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah mengabarkan kepada kami {Abu Imran} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} ia berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam memberiku wasiat agar apabila aku masak untuk memperbanyak kuahnya, sebab hal itu dapat memperlapang tetangga (untuk ikut merasakan).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20418

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ دَاوُدَ بْنَ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِي حَرْبِ بْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيْلِيِّ عَنْ عَمِّهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَأَتَانِي نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا نَائِمٌ فِي مَسْجِدِ الْمَدِينَةِ فَضَرَبَنِي بِرِجْلِهِ فَقَالَ أَلَا أَرَاكَ نَائِمًا فِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ غَلَبَتْنِي عَيْنِي قَالَ كَيْفَ تَصْنَعُ إِذَا أُخْرِجْتَ مِنْهُ قَالَ آتِي الشَّامَ الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الْمُبَارَكَةَ قَالَ كَيْفَ تَصْنَعُ إِذَا أُخْرِجْتَ مِنْهُ قَالَ مَا أَصْنَعُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَضْرِبُ بِسَيْفِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ مِنْ ذَلِكَ وَأَقْرَبُ رُشْدًا تَسْمَعُ وَتُطِيعُ وَتَنْسَاقُ لَهُمْ حَيْثُ سَاقُوكَ

Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir bin Sulaiman} ia berkata, Aku mendenagr {Dawud bin Abu Hind} dari {Abu Harb bin Abu Aswad Ad Dili} dari {Pamannya} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam mendatangiku sementara aku sedang tidur di dalam masjid Madinah, kemudian beliau membangunkan aku dengan senggolan kakinya seraya mengatakan: “Kenapa aku lihat kamu tidur di dalam masjid?” Abu Dzar berkata, “Aku menjawab, ‘Wahai Nabi Allah, aku terkalahkah oleh rasa kantuk.’ Nabi lantas bertanya: “Apa yang kamu lakukan jika kamu dikeluarkan dari masjid?” Abu Dzar menjawab, “Aku akan pergi ke Syam, bumi yang disucikan lagi berbarakah.” Nabi bertanya lagi: “Apa yang kamu lakukan jika mereka mengeluarkanmu darinya (Syam)?” Abu Dzar menjawab, “Wahai Nabi Allah, apa yang harus aku lakukan! Tentu akan aku bunuh dengan pedangku.” Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam lalu bersabda: “Maukah aku tunjukkan kepadamu yang lebih baik dan lebih lurus dari itu? Hendaklah engkau siap mendengar dan taat, dan kamu tunduk kepada mereka sebagaimana mereka tunduk kepadamu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20419

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَكُنْتُ أَعْرِضُ عَلَيْهِ وَيَعْرِضُ عَلَيَّ فِي السِّكَّةِ فَيَمُرُّ بِالسَّجْدَةِ فَيَسْجُدُ قَالَ قُلْتُ أَتَسْجُدُ فِي السِّكَّةِ قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ يَقُولُ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قَالَ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ وَقَدْقَالَ أَبُو عَوَانَةَ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَيَقْرَأُ عَلَيَّ

Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Sulaiman Al A’masy} dari {Ibrahim At Taimi} dari {Ayahnya} ia berkata, “Aku membacakan Al-Qur’an kepadanya dan dia juga membacakan Al-Qur’an kepadaku di sebuah gang (jalan), ketika melewati ayat sajdah ia sujud.” Ibrahim berkata, “Aku lalu bertanya, ‘Kenapa engkau sujud di jalan? ‘ ia menjawab, “Ya, sebab aku pernah mendengar {Abu Dzar} berkata, ‘Aku bertanya kepada Rasulullah saw.: ‘Masjid apa yang pertama kali dibangun di muka bumi? ‘ Beliau menjawab: ‘Al Masjidul Haram.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian masjid apa? ‘ Beliau menjawab: ‘Kemudian masjid Al Aqsha.’ Aku bertanya lagi, “Lalu berapa jarak pembangunan antara keduanya? ‘ Beliau menjawab: ‘Empat puluh tahun.’ Kemudian aku bertanya, ‘Kemudian masjid apa? ‘ Beliau menjawab: ‘Di manapun kamu mendapati waktu shalat maka shalatlah, maka itu adalah masjid.'” Abu ‘Awanah menyebutkan, “Aku membacakan Al-Qur’an kepadanya dan dia juga membacakan Al-Qur’an kepadaku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20420

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّهُكَانَ مَعَ أَبِي ذَرٍّ فَخَرَجَ عَطَاؤُهُ وَمَعَهُ جَارِيَةٌ لَهُ فَجَعَلَتْ تَقْضِي حَوَائِجَهُ قَالَ فَفَضَلَ مَعَهَا سَبْعٌ قَالَ فَأَمَرَهَا أَنْ تَشْتَرِيَ بِهِ فُلُوسًا قَالَ قُلْتُ لَهُ لَوْ ادَّخَرْتَهُ لِحَاجَةٍ تَنُوبُكَ أَوْ لِلضَّيْفِ يَنْزِلُ بِكَ قَالَ إِنَّ خَلِيلِي عَهِدَ إِلَيَّ أَنْ أَيُّمَا ذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ أُوكِيَ عَلَيْهِ فَهُوَ جَمْرٌ عَلَى صَاحِبِهِ حَتَّى يُفْرِغَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Sa’id bin Abu Hasan} dari {Abdullah bin Shamith} bahwa ia pernah bersama {Abu Dzar}, kemudian keluarlah pemberiannya sementara saat itu ia sedang bersama budak wanitanya. Budak tersebut lalu melayani segala kebutuhannya.” Abdullah bin Shamit berkata, “Dan bersama budak wanita itu masih ada sisa tujuh (keping emas/perak). Kemudian Abu Dzar memerintahkan kepada budak wanita itu untuk membelikan kepingan emas itu dengan ditukar uang tunai.” Abdullah bin Shamit berkata, “Aku lalu berkata kepadanya, ‘Sekiranya itu engkau tabung saja, hingga engkai bisa memenuhi kebutuhanmu atau menjamu para tamu yang singgah ke rumahmu.’ Abu Dzar menjawab, “Sesungguhnya kekasihku (Rasulullah) memberiku wasiat bahwa setiap emas atau perak yang disimpan (tidak dikeluarkan zakatnya), maka itu akan menjadi bara api bagi pemiliknya sehingga dia membelanjakan di jalan Allah Azza Wa Jalla.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20421

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَحْيَى حَدَّثَنِي أَبُو صَالِحٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي أَسَدٍ وَيَعْلَى حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ ذَكْوَانَ أَبِي صَالِحٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي أَسَدٍ أَنَّ أَبَا ذَرٍّ أَخْبَرَهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدُّ أُمَّتِي لِي حُبًّا قَوْمٌ يَكُونُونَ أَوْ يَخْرُجُونَ بَعْدِي يَوَدُّ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ أَعْطَى أَهْلَهُ وَمَالَهُ وَأَنَّهُ رَآنِي

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin sa’id} dari {Yahya} telah menceritakan kepadaku {Abu Shalih} dari {seorang lelaki} bani Asad, dan {Ya’la} telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Dzakwan, Abu Shalih} dari {seseorang} daari Bani Asad, bahwa {Abu Dzar} menceritakan kepadanya, bahwa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Yang paling aku cintai dari ummatku adalah suatu kaum yang hidup atau muncul setelahku, salah seorang dari mereka berkeinginan untuk memberikan keluarga dan hartanya, dan ia melihatku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20422

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ الْأَجْلَحِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَحْسَنَ مَا غُيِّرَ بِهِ الشَّيْبُ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Al Ajlah} dari {Abdullah bin Buraidah} dari {Abul ‘Aswad Ad Dili} dari {Abu Dzar} berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sebaik-baik untuk merubah warna uban adalah Al hina (pacar) dan Al Katam (sejenis tumbuhan).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20423

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Mujahid} dari {Ibnu Abu Laila} dari {Abu Dzar} ia berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH (Tiada daya dan upaya kecuali karena Allah) ‘ adalah simpanan dari simpanan surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20424

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا فُلَانٌ الْعَامِرِيُّ عَنْ جَسْرَةَ بِنْتِ دَجَاجَةَ عَنْ أَبِي ذَرٍّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ فَرَدَّدَهَا حَتَّى أَصْبَحَ{ إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ }

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Fulan Al ‘Amiri} dari {Jasrah binti Dajajah} dari {Abu Dzar}, bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membaca ayat ini dan mengulang-ulanginya hingga subuh tiba: ‘(Jikalau engkau menyksa mereka mereka adalah hamba-hamba-Mu dan jika engkau mengampuni mereka maka sesungguhnya Engkau maha perkasa lagi bijaksana) ‘ (Qs. Al Maa`idah: 118).

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20425

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Syu’bah} dari {Abu Imran Al Jauni} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Shalatlah engkau tepat pada waktunya!”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20426

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قَالَ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌحَدَّثَنَا عُبَيْدَةُ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ فَذَكَرَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Ibrahim At Taimi} dari {Ayahnya} dari {Abu Dzar} berkata, “Aku bertanya pada Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, ‘Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun? ‘ Beliau menjawab: “Masjid Al Haram.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya lagi, ‘Lalu masjid apa? ‘ Beliau menjawab: “Lalu masjid Al Aqsha.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya lagi, ‘Lalu berapa jarak pembangunan antara keduanya? ‘ Beliau menjawab: “Empat puluh tahun. Kemudian dimanapun kamu mendapati waktu shalat maka shalatlah, sebab itu adalah masjid (tempat sujud).” Telah menceritakan kepada kami {Ubaidah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} lalu ia menyebutkan hadits tersebut, hanya saja ada tambahan, “Masjid mana yang pertama kali dibangun di bumi?”