Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub As Sakhtiyani} dan {Khalid Al Hadz’} dari {Abu Qilabah} keduanya menyebutkan dari {Khalid} dari {Amru bin Bujdan} dan {Ayyub} dari {seseorang} dari {Abu Dzar}, bahwa Abu Dzar pernah mendatangi Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dalam keadaan junub, lalu Nabi saw. memerintahkan agar diambilkan air untuk diberikan kepadanya, maka ia pun bersembunyi dan mandi. Beliau kemudian bersabda: “Sesungguhnya debu yang baik itu alat wudhu bagi seorang Muslim jika ia tidak mendapatkan air, meskipun itu hingga sepuluh tahun. Tetapi jika ia telah mendapatkan air, maka hendaklah ia cuci tubuhnya sebab itu lebih baik baginya.”
Telah menceritakan kepada kami {Mu’ammal} telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah menceritakan kepada kami {Hajjaj Al Aswad} -Mu’ammal berkata; dia adalah seorang laki-laki shalih- ia berkata, Aku mendengar {Abu Shiddiq} menceritakan kepada Tsabit Al Bunnani dari {seorang lelaki} dari {Abu Dzar}, bahwa Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Kalian berada di suatu zaman yang para ulamanya banyak dan para penceramahnya sedikit, barangsiapa meniggalkan sepersepuluhnya dia tidak akan tahu hawa, atau dalam riwayat lain, ‘dia akan binasa. Dan akan datang suatu masa kepada manusia yang ulamanya sedikit dan para penceramahnya banyak, barangsiapa berpegang dengan sepersepuluhnya maka dia tidak tahu bagaimana ia selamat.”
Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Sulaim} dari {Abdullah bin Utsman} dari {Mujahid} dari {Ibrahim bin Asytar} dari {Ayahnya} dari {Ummu Dzar} berkata, “Menjelang {Abu Dzar} meninggal dunia, ia (Ummu Dzar) Berkata, ‘Aku menangis, lalu Abu Dzar bertanya, ‘Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai isteriku? ‘ Aku menjawab, ‘Bagaimana aku tidak menangis, sedang engkau akan meninggal di bumi yang gersang, dan tiada seorang yang tahu tempat kuburmu, dan aku juga tak memiliki selembar kain pun untuk mengkafanimu.’ Abu Dzar berkata, ‘Jangan kamu menangis, bergembiralah wahai isteriku. Sungguh, aku mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh, tidaklah sepasang suami isteri yang Muslim ditinggal mati oleh dua atau tiga anaknya lalu keduanya bersabar, kemudian keduanya masuk neraka.” Dan aku juga mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh akan ada seorang laki-laki di antara kalian yang meninggal dunia di tanah tandus, lalu akan disaksikan sekelompok kaum muslimin.” Dan tiada seorang pun yang hadir saat itu yang meninggal kecuali di kampung atau di Kota, maka sungguh akulah orang yang meninggal di tanah tandus. Demi Allah aku tidak berbohong dan tidak berdusta.”
Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Yazid bin Amru} dari {Yazid bin Nu’aim} berkata, “Aku mendengar {Abu Dzar} berkata saat ia berdiri khutbah di atas mimbar di Kota Fusthath, “Aku mendengar Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa mendekat kepada Allah satu jengkal maka Allah akan mendekat padanya satu hasta, barangsiapa mendekat kepada Allah satu hasta maka Allah akan mendekat padanya satu depa, dan barangsiapa menemui Allah dengan berjalan maka Allah menemuinya dengan berlari. Sungguh Allah Maha Tinggi lagi Mulia. Sungguh Allah Maha Tinggi lagi Mulia.”
Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin sa’id} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’id} dari {Ubaidullah bin Abu Ja’far} dari {Al Himshi} dari {Abu Thalib} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menuduh perempuan berbuat zina padahal dia tidak melihatnya, maka Allah akan mencambuknya pada hari Kiamat dengan pecut dari api.”
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} dia berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Muhajir Abul Hasan} dia berkata, aku mendengar {Zaid bin Wahb} berkata, ‘Kami datang setelah menjenguk jenazah, kemudian kami melewati {Abu Dzar} dia lalu berkata, “Kami bersama Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam dalam suatu safar, kemudian ada seorang mu’adzin yang hendak mengumandangkan adzan zhuhur, maka Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tunggulah sampai dingin (hilang terik panasnya).” Namun dia tetap hendak mengumandangkan adzan, lalu beliau mengatakan lagi kepadanya: “Tunggulah sampai dingin.” -Maka pada kali ketiganya, berkatalah orang yang lebih banyak ilmunya dariku, yaitu Syu’bah-, “Sehingga kami melihat bayangan tempat yang tinggi.” Abu Dzar berkata, “Kemudian beliau bersabda: ‘Sesungguhnya teriknya panas adalah dari hembusan neraka Jahannam, maka jika terik panas akhirkanlah shalat sampai dingin.”
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {‘Ashim} dari {Al Ma’rur bin Suwaid} dari {Abu Dzar} berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, orang yang terpercaya lagi dibenarkan menceritakan padaku, beliau bersabda: “Allah berfirman: ‘Kebaikan itu dilipat-gandakan hingga sepuluh kali lipat atau lebih, sedang kejahatan itu dicatat satu, atau Aku akan ampuni. Barangsiapa bertemu dengan-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi selama tidak mensekutukan Aku dengan sesuatupun, niscaya Aku akan datang dengan membaca ampunan sepenuh itu pula’.”
Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Mughirah} telah mengabarkan kepadaku {Humaid} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Shalat salah seorang di antara kalian akan terputus oleh wanita, keledai dan anjing hitam bila tidak ada (pembatas) di hadapannya seperti punuk unta.” Aku bertanya kepada Abu Dzar, “Kenapa hitam dan bukan merah?” Abu Dzar menjawab, “Wahai anak saudaraku, aku telah bertanya kepada Rasulullah saw. sebagaimana kamu bertanya kepadaku, kemudian beliau menjawab; “Anjing hitam adalah setan.”
Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Mughirah} dari {Humaid} dari {Abdullah bin Shamith} dia berkata: {Abu Dzar} berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, ada seorang laki-laki yang mencintai suatu kaum akan tetapi dia tidak mampu untuk berbuat seperti perbuatan mereka?” Nabi menjawab: “Wahai Abu Dzar, kamu akan bersama orang yang kamu cintai.” Abu Dzar berkata, “Aku berkata, ‘Sesungguhnya aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.’ Dia ulangi ucapannya dua atau tiga kali.”
Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah menceritakan kepada kami {Abu Imran Al Jauni} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} bahwa ia berkata, “Wahai Rasulullah, ada seorang lelaki yang berbuat suatu amalan kemudian orang-orang bersyukur dan memujinya?” Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam lalu menjawab: “Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi orang-orang mukmin.”