Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Amru bin Murrah} dari {Abul Bakhtari} dari {Abu Dzar} dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, bahwa beliau menyebutkan hal-hal yang berpahala, sehingga beliau menyebutkan kepadaku tentang orang-orang yang mendatangi isterinya. Orang-orang lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah seseorang yang menumpahkan syahwat (kepada isterinya), maka ia akan beraleh pahala?” Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Bagaimana pendapatmu kalau hal itu ditempatkan pada yang haram, bukankan ia berdosa?” Mereka menjawab; “Ya.” Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Demikian, ia juga dipahalai.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Hajjaj} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Imran} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} berkata, “Kekasihku memberiku nasihat; ‘Dengar dan taatlah engkau meskipun kepada seorang budak yang hitam berambut keribo, jika kamu memasakak maka perbanyaklah kuahnya, lalu lihatlah para tetanggamu dan berikanlah mereka bagian dari masakanmu, dan shalatlah tepat pada waktunya, jika engkau dapati imam telah melaksanakan shalat maka engkau telah menjaga shalatmu, namun jika belum maka (shalat yang kau kerjakan bersama imam) itu akan menjadi pahala sunahmu’.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} ia berkata, Aku mendengar {Syu’bah} dari {Abu Mas’ud} dari {Abu Abdullah Al Jisri} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Perkataan yang paling di sukai Allah adalah perkataan seorang hamba ‘SUBHAANALLAH WABIHAMDIHI (Maha suci Allah dan puji syukur bagi-Nya).” Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} bahwa ia bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tentang amalan yang paling dicintai Allah, lalu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Perkataan yang paling di sukai Allah adalah ‘SUBHAANALLAH WABIHAMDIHI (Maha suci Allah dan puji syukur bagi-Nya).”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Hajjaj} keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Humaid bin Hilal} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} berkata, “Yang bisa memutuskan shalat seorang laki-laki jika di hadapannya tidak diberi batas semisal pelana unta adalah wanita, keledai dan anjing hitam.” Aku bertanya pada Abu Dzar, “Kenapa harus anjing hitam dan tidak merah?” Ia menjawab, “Aku telah menanyakannya pada Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya anjing hitam adalah setan.”
Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata, {Washil Al Ahdab} telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, Aku mendengar {Al Ma’rur bin Suwaid} berkata, Aku bertemu dengan {Abu Dzar} di Rabadzah, ia membawa selembar kain demikian juga dengan pelanyannya. Kemudian ia menyebutkan maknanya, yakni makna hadits berikutnya.” Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Hajjaj} keduanya berkata, telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} dari {Washil Al Ahdab} dari {Ma’rur bin Suwaid} {Hajjaj} berkata, Aku mendengar {Ma’rur} berkata, Aku melihat {Abu Dzar} mengenakan kain katun -Hajjaj menyebutkan; yaitu di Rabadzah-, demikian juga dengan pelayannya.” Dalam kesempatan yang lain Hajjaj menyebutkan, “Lalu aku menanyakan hal itu kepadanya, maka ia menjawab bahwa ia pernah mengejek seorang laki-laki di zaman Rasulullah saw. dengan jalan menghina ibu laki-laki itu. Maka laki-laki itu datang menemui Nabi saw. dan mengadukan hal tersebut. Nabi saw. lantas bersabda kepadanya: “Kamu itu laki-laki yang masih punya sifat jahiliyah, saudara (palayan) mu adalah saudaramu juga, Allah telah menjadikan mereka berada di bawah tanggunganmu. Maka barangsiapa yang saudaranya berada pada tanggungannya, maka hendaklah ia beri makan sebagaimana ia makan, dan pakaian sebagaimana ia berpakaian. Jangan kalian beri beban mereka dengan sesuatu yang tidak dimampinya, jika kalian memberi beban kepada mereka hendaklah kalian membantunya.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Washil Al Ahdab} dari {Ma’rur} berkata, Aku mendengar {Abu Dzar} menceritakan dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Jibril Alaihis Salam mendatangiku dan memberi kabar gembira.” Dan telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} dari {Zaid bin Wahb} dari {Abu Dzar Al Ghifari} dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Jibril memberi kabar gembira padaku bahwa siapa saja yang mati dari umatmu sedang ia tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu pun maka ia akan masuk surga.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, “Walaupun ia berzina dan mencuri?” Beliau bersabda: “Walau ia berzina dan mencuri.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Bahz} dan {Hajjaj} mereka berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Washil}, {Bahz} berkata, telah menceritakan kepada kami {Washil Al Ahdab} dari {Mujahid}, dan {Hajjaj} berkata, Aku mendengar {Mujahid} dari {Abu Dzar} dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Diberikan padaku lima hal yang tidak diberikan kepada seorang Nabipun sebelumku; bumi dijadikan untukku sebagai tempat bersuci dan tempat sujud, ghanimah dihalalkan untukku yang tidak pernah dihalalkan untuk seorang Nabipun sebelumku, aku ditolong dengan ditimpakannya rasa takut dalam hati musuh-musuhku selama perjalanan satu bulan, aku diutus kepada orang yang berkulit merah dan orang yang berkulit hitam, dan aku diberi syafaat yang itu bisa didapatkan oleh umatku yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun.” Hajjaj menyebutkan, “Siapa saja yang meninggal dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ali bin Mudrik} dari {Abu Zur’ah} dari {Kharasyah bin Hur} dari {Abu Dzar} dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, bahwa beliau bersabda: “Ada tiga golongan manusia yang Allah Azza Wa Jalla tidak akan mengajak mereka berbicara pada hari kiamat, tidak melihat dan tidak akan mensucikan dosanya.” Abu Dzar berkata, “Rasulullah saw. mengulang-ngulangnya hingga tiga kali.” Abu Dzar melanjutkan, “Telah sia-sia dan merugilah mereka, telah sia-sia dan merugilah mereka, telah sia-sia dan merugilah mereka. wahai Rasulullah, siapa mereka itu?” Rasulullah bersabda: “Orang yang menjulurkan pakaian di bawah mata kaki, orang yang mengungkit-ungkit pemberian dan orang mengobral dagangannya dengan sumpah palsu.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} dari {Yahya bin Saam} dari {Musa bin Thalhah} dari {Abu Dzar}, bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepadaku: “Jika kamu ingin berpuasa tiga dalam setiap bulannya, maka puasalah pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} dari {Mundzir Ats Tsauri} dari {Beberapa guru mereka} dari {Abu Dzar}, bahwa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, dan {Abu Mu’awiyah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Mundzir bin Ya’la Abu Ya’la} dari {Guru-gurunya} dari {Abu Dzar} lalu ia menyebutkan secara makna, bahwa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam melihat dua ekor kambing yang saling beradu tanduk, beliau lalu bersabda: “Wahai Abu Dzar, apakah kamu tahu untuk apa keduanya memiliki tanduk?” Abu Dzar menjawab, “Saya tidak tahu.” Nabi lalu bersabda: “Akan tetapi Allah Maha tahu, dan Dia akan mengadili di antara keduanya.”