Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20447

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلَّامٌ أَبُو الْمُنْذِرِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ وَاسِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَأَمَرَنِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ أَمَرَنِي بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي وَأَمَرَنِي أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَسْأَلَ أَحَدًا شَيْئًا وَأَمَرَنِي أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَخَافَ فِي اللَّهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ وَأَمَرَنِي أَنْ أُكْثِرَ مِنْ قَوْلِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَإِنَّهُنَّ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ

Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Sallam Abul Mundzir} dari {Muhammad bin Wasi’} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} berkata, “Kekasihku (Rasulullah) menyuruhku dengan tujuh hal; mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, melihat kepada orang yang di bawah dan tidak melihat yang di atasku, menyambung silaturrahim walau dibenci, dan tidak meminta-minta pada seorang pun. Dan beliau juga menyuruhku untuk berkata benar walau pahit rasanya, tidak takut cacian karena Allah, dan memperbanyak untuk mengucapkan LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI (Tiada daya dan upaya kecuali karena Allah) ‘, sebab itu adalah simpanan dari simpanan surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20448

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَأَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أَبِي ذَرٍّ وَهُوَ بِالرَّبَذَةِ وَعِنْدَهُ امْرَأَةٌ لَهُ سَوْدَاءُ مُسْغِبَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا أَثَرُ الْمَجَاسِدِ وَلَا الْخَلُوقِ قَالَ فَقَالَ أَلَا تَنْظُرُونَ إِلَى مَا تَأْمُرُنِي بِهِ هَذِهِ السُّوَيْدَاءُ تَأْمُرُنِي أَنْ آتِيَ الْعِرَاقَ فَإِذَا أَتَيْتُ الْعِرَاقَ مَالُوا عَلَيَّ بِدُنْيَاهُمْ وَإِنَّ خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهِدَ إِلَيَّ أَنَّ دُونَ جِسْرِ جَهَنَّمَ طَرِيقًا ذَا دَحْضٍ وَمَزِلَّةٍ وَإِنَّا نَأْتِي عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَحَدَّثَ مَطَرٌ أَيْضًا بِالْحَدِيثِ أَجْمَعَ فِي قَوْلِ أَحَدِهِمَا أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَقَالَ الْآخَرُ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَقَالَ الْآخَرُ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اضْطِهَارٌ أَحْرَى أَنْ نَنْجُوَ عَنْ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَنَحْنُ مَوَاقِيرُ

Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Asma`} bahwa ia menemui {Abu Dzar} di Rabadzah, sementara di sisinya ada isterinya yang berkulit hitam yang kurus lagi pucat, tidak ada bekas wewangian dan minyak pewangi darinya. Abu Asma` berkata, “Kemudian Abu Dzar berkata, “Tidakkah kalian melihat kepada apa yang diperintahkan oleh wanita hitam ini kepadaku, dia memerintahkan agar aku datang ke negeri Iraq, namun setelah aku tiba di Iraq mereka berpaling dariku dengan dunia mereka. Padahal kekasihku Shallalahu ‘Alaihi Wasallam telah mewasiatkan kepadaku bahwa di bawah jembatan Neraka Jahannam ada sebuah jalan yang sangat licin dan sesungguhnya kita pasti akan melewatinya, sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan.” Dan {Mathar} telah menceritakan juga dengan hadits yang ada kesamaan dalam lafadz, “Kita pasti akan melewatinya sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Dan kita pasti akan melewatinya sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan.” Dan dalam riwayat lain menyebutkan, “Kita pasti akan melewatinya sementara bawaan kita ketika itu harus lebih kuat dan tahan supaya selamat melewatinya sementara kita dalam keadaan berat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20449

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ عَنْ أَبِي نَعَامَةَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّهَا سَتَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يُمِيتُونَ الصَّلَاةَ فَإِنْ أَدْرَكْتُمُوهُمْ فَصَلُّوا الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا وَاجْعَلُوا صَلَوَاتِكُمْ مَعَهُمْ نَافِلَةًحَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ حَدَّثَنِي أَبُو نَعَامَةَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الصَّامِتِ أَنَّ أَبَا ذَرٍّ قَالَ لَهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّهَا سَتَكُونُ أَئِمَّةٌ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} telah menceritakan kepada kami {Mubarak bin Fadlalah} dari {Abu Na’amah} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar}, bahwa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Wahai Abu Dzar, akan ada pada kalian para pemimpin yang mengakhirkan shalat, jikalau kalian mendapati mereka maka laksanakanlah shalat tepat pada waktunya, dan jadikan shalat kalian bersama mereka menjadi nafilah (sunah).” Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Mubarak} telah menceritakan kepadaku {Abu Na’amah} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Shamit} bahwa {Abu Dzar} berkata kepadanya, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Wahai Abu Dzar!….lalu ia menyebutkan hadits tersebut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20450

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ عَنْ دَاوُدَ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَصُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْ الشَّهْرِ حَتَّى إِذَا كَانَ لَيْلَةُ أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ قَامَ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَادَ أَنْ يَذْهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ فَلَمَّا كَانَتْ اللَّيْلَةُ الَّتِي تَلِيهَا لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا كَانَتْ لَيْلَةُ سِتٍّ وَعِشْرِينَ قَامَ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَادَ أَنْ يَذْهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا بَقِيَّةَ لَيْلَتِنَا هَذِهِ قَالَ لَا إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ فَلَمَّا كَانَتْ اللَّيْلَةُ الَّتِي تَلِيهَا لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا أَنْ كَانَتْ لَيْلَةُ ثَمَانٍ وَعِشْرِينَ جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْلَهُ وَاجْتَمَعَ لَهُ النَّاسُ فَصَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَادَ يَفُوتُنَا الْفَلَاحُ قَالَ قُلْتُ وَمَا الْفَلَاحُ قَالَ السُّحُورُ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِنَا يَا ابْنَ أَخِي شَيْئًا مِنْ الشَّهْرِ

Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ashim} dari {Dawud} dari {Al Walid bin Abdurrahman} dari {Jubair bin Nufair} dari {Abu Dzar} dia berkata, “Kami melaksanakan puasa Ramadan bersama Rasulullah, dan selama satu bulan beliau tidak shalat malam bersama kami kecuali ketika masuk malam ke dua puluh empat beliau melaksanakan shalat malam bersama kami hingga hampir berlalu sepertiga malam. Pada malam berikutnya beliau tidak melaksanakan shalat bersama kami namun pada malam ke dua puluh enam beliau melaksanakan shalat malam bersama kami hingga hampir melewati separuh malam.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, sekiranya engkau tetap shalat malam bersama kami hingga sisa Ramadan selesai.” Beliau menjawab: “Tidak, sesungguhnya apabila seseorang melaksanakan shalat malam bersama imam hingga selesai, maka akan di catat baginya shalat satu malam penuh.” Pada malam berikutnya beliau tidak melaksanakan shalat bersama kami, namun pada malam ke dua puluh delapannya Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam mengumpulkan keluarganya, dan orang-orangpun ikut berkumpul. Kemudian Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam melaksanakan shalat malam bersama kami sehingga kami hampir tidak mendapatkan Al Falah.” Jubair bin Nufair berkata, “Aku bertanya, ‘Apa yang dimaksud Al Falah? ‘ dia menjawab, “Waktu sahur. Wahai anak saudaraku, kemudian beliau tidak pernah lagi melaksanakan shalat malam bersama kami hingga selesai bulan Ramadan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20451

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَعَبْدُ الصَّمَدِ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ وَقَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ الرَّحَبِيُّ عَنْ أَبِي ذَرٍّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِنِّي حَرَّمْتُ عَلَى نَفْسِي الظُّلْمَ وَعَلَى عِبَادِي أَلَا فَلَا تَظَالَمُوا كُلُّ بَنِي آدَمَ يُخْطِئُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرُ لَهُ وَلَا أُبَالِي وَقَالَ يَا بَنِي آدَمَ كُلُّكُمْ كَانَ ضَالًّا إِلَّا مَنْ هَدَيْتُ وَكُلُّكُمْ كَانَ عَارِيًا إِلَّا مَنْ كَسَوْتُ وَكُلُّكُمْ كَانَ جَائِعًا إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُ وَكُلُّكُمْ كَانَ ظَمْآنًا إِلَّا مَنْ سَقَيْتُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ وَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ وَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ وَاسْتَسْقُونِي أَسْقِكُمْ يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَجِنَّكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَصَغِيرَكُمْ وَكَبِيرَكُمْ وَذَكَرَكُمْ وَأُنْثَاكُمْ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ وَعُسِيَّكُمْ وَبَنِيكُمْ عَلَى قَلْبِ أَتْقَاكُمْ رَجُلًا وَاحِدًا لَمْ تَزِيدُوا فِي مُلْكِي شَيْئًا وَلَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَجِنَّكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَصَغِيرَكُمْ وَكَبِيرَكُمْ وَذَكَرَكُمْ وَأُنْثَاكُمْ عَلَى قَلْبِ أَكْفَرِكُمْ رَجُلًا لَمْ تُنْقِصُوا مِنْ مُلْكِي شَيْئًا إِلَّا كَمَا يُنْقِصُ رَأْسُ الْمِخْيَطِ مِنْ الْبَحْرِ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dan {Abdushamad} secara makna, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah}. {Abdushamad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Asma`}, {Abdushamad Ar Rahabi} berkata dari {Abu Dzar} dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Azza Wa Jalla: ‘Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkannya pula atas kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai para hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah itu kepada-Ku, niscaya Aku berikan hidayah itu kepadamu. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian lapar kecuali orang-orang yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan makanan itu kepadamu. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian adalah orang-orang tidak berpakaian kecuali orang-orang yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan pakaian itu kepadamu. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian senantiasa berbuat dosa di malam dan siang hari sedangkan Aku akan mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian semua. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak dapat mendatangkan kemanfaatan bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian bermanfaat bagi-Ku. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua tidak akan dapat mendatangkan bahaya bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian dapat membahayakan-Ku. Wahai para hamba-Ku, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun jin, semuanya bertakwa dengan ketakwaan orang yang paling takwa di antara kalian, hal itu tidak menambah sedikit pun dalam Kerajaan-Ku. Wahai para hamba-Ku, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun bangsa jin, berdiri di atas satu dataran lalu meminta apa pun kepada-Ku, lalu Aku penuhi semua permintaan mereka, hal itu sedikit pun tidak mengurangi kekayaan yang Aku miliki, kecuali seperti berkurangnya air samudera ketika dimasuki sebatang jarum jahit (kemudian diangkat).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20452

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً وَأَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَإِنَّهُ مَسْجِدٌقَالَ أَبِي وَابْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيَّ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ

Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Ibrahim At Taimi} dari {Ayahnya} dari {Abu Dzar} berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun di bumi ini? ‘ Beliau menjawab: “Masjid Al Haram.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya lagi, ‘Lalu masjid apa? ‘ Beliau bersabda: “Lalu masjid Al Aqsha.” Abu Mu’awiyah berkata, “Yaitu Baitul Muqaddas.” Abu Dzar berkata, “Aku bertanya lagi, ‘Berapa jarak pembangunan antara keduanya? ‘ Beliau menjawab: “Empat puluh tahun, lalu dimanapun kamu berada dan mendapatkan waktu shalat maka shalatlah, sesungguhnya itu adalah masjid (tempat sujud).” Ayahku, dan {Ibnu Ja’far} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} berkata, Aku mendengar {Ibrahim At Taimi} menyebutkannya secara makna.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20453

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ الْبَرَّاءِ قَالَأَخَّرَ ابْنُ زِيَادٍ الصَّلَاةَ فَأَتَانِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الصَّامِتِ فَأَلْقَيْتُ لَهُ كُرْسِيًّا فَجَلَسَ عَلَيْهِ فَذَكَرْتُ لَهُ صَنِيعَ ابْنِ زِيَادٍ فَعَضَّ عَلَى شَفَتِهِ وَضَرَبَ فَخِذِي وَقَالَ إِنِّي سَأَلْتُ أَبَا ذَرٍّ كَمَا سَأَلْتَنِي فَضَرَبَ فَخِذِي كَمَا ضَرَبْتُ عَلَى فَخِذِكَ وَقَالَ إِنِّي سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَضَرَبَ فَخِذِي كَمَا ضَرَبْتُ فَخِذَكَ فَقَالَ صَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكَتْكَ مَعَهُمْ فَصَلِّ وَلَا تَقُلْ إِنِّي قَدْ صَلَّيْتُ وَلَا أُصَلِّي

Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Abu ‘Aliyah Al Barra`} berkata, “Ibnu Ziyad mengakhirkan shalat, maka ketika {Abdullah bin Shamit} datang menemuiku, aku sediakan kursi untuknya sehingga ia duduk di atasnya. Aku lalu mengadukan kepadanya apa yang telah dilakukan oleh Ibnu Ziyad. Lalu ia menggigit bibirnya dan menepuk pahaku seraya berkata, ‘Aku pernah bertanya pada Abu Dzar sebagaimana yang kau tanyakan kepadaku, dan ia juga menepuk pahaku seperti aku menepuk pahamu ini, {Abu Dzar} berkata, “Aku pernah bertanya Rasulullah saw. sebagaimana yang kau tanyakan kepadaku, beliau lalu bersabda: “Shalatlah kamu tepat pada waktunya, bila kamu mandapatkan mereka sedang shalat maka shalatlah dan jangan kamu katakan, ‘Aku telah melaksanakan shalat, jadi aku tidak shalat’.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20454

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ يُونُسَ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَحَدُكُمْ قَامَ يُصَلِّي فَإِنَّهُ يَسْتُرُهُ إِذَا كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلُ آخِرَةِ الرَّحْلِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلُ آخِرَةِ الرَّحْلِ فَإِنَّهُ يَقْطَعُ صَلَاتَهُ الْحِمَارُ وَالْمَرْأَةُ وَالْكَلْبُ الْأَسْوَدُ قَالَ فَقُلْتُ يَا أَبَا ذَرٍّ مَا بَالُ الْكَلْبِ الْأَسْوَدِ مِنْ الْكَلْبِ الْأَحْمَرِ مِنْ الْكَلْبِ الْأَصْفَرِ فَقَالَ يَا ابْنَ أَخِي سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ الْكَلْبُ الْأَسْوَدُ شَيْطَانٌ

Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Yunus} dari {Humaid bin Hilal} dari {Abdullah bin Shamit} dari {Abu Dzar} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Bila salah seorang di antara kalian shalat, sesungguhnya ia telah memberi penghalang jika di depannya ada sesuatu semisal pelana kendaraan. Jika seorang laki laki shalat dan tidak ada (pembatas) di hadapannya seperti punuk unta, maka shalatnya akan terputus oleh wanita, keledai dan anjing hitam.” Aku bertanya, “Wahai Abu Dzar, kenapa anjing hitam dan bukan anjing merah atau kuning?” Abu Dzar menjawab, “Wahai anak saudaraku, aku telah bertanya kepada Rasulullah saw. sebagaimana kamu bertanya kepadaku, kemudian beliau menjawab: “Anjing hitam adalah setan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20455

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنِ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَقَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَبَيْنَا أَنَا فِي حَلَقَةٍ فِيهَا مَلَأٌ مِنْ قُرَيْشٍ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَاتَّبَعْتُهُ حَتَّى جَلَسَ إِلَى سَارِيَةٍ فَقُلْتُ مَا رَأَيْتُ هَؤُلَاءِ إِلَّا كَرِهُوا مَا قُلْتَ لَهُمْ فَقَالَ إِنَّ خَلِيلِي أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَانِي فَقَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ فَأَجَبْتُهُ فَقَالَ هَلْ تَرَى أُحُدًا فَنَظَرْتُ مَا عَلَيْهِ مِنْ الشَّمْسِ وَأَنَا أَظُنُّهُ يَبْعَثُنِي فِي حَاجَةٍ فَقُلْتُ أَرَاهُ قَالَ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ لِي مِثْلَهُ ذَهَبًا أُنْفِقُهُ كُلَّهُ إِلَّا ثَلَاثَةَ الدَّنَانِيرِ

Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Al Jurairi} dari {Abul Ala’ bin Syikhkhir} dari {Ahnaf bin Qais} berkata, “Aku datang ke Kota Madinah, ketika aku sedang berada dalam sebuah majelis yang di dalamnya ada seorang pemimpin Quraisy, tiba-tiba datang seorang laki-laki dan membacakan sebuah hadits. Aku lalu mengikutinya hingga ia duduk di dekat tiang. Aku lalu bertanya, “Aku tidak melihat kecuali mereka membenci apa yang telah engkau ucapkan!” Laki-laki itu menjawab, “Sungguh, kekasihku Abu Qasim saw. telah memanggilku: ‘Wahai {Abu Dzar}! ‘ Akupun menjawabnya, lalu beliau mengatakan: “Apakah engkau melihat gunung uhud itu?” Aku lalu melihat gunung uhud di balik cahaya matahari, dan aku mengira Rasulullah hendak mengutusku untuk sebuah kepentingan. Lalu aku menjawab, ‘Ya, aku melihatnya.’ Beliau bersabda: “Saya tidak suka seandainya saya punya emas sebesar gunung uhud, lantas saya pergunakan untuk belanja (pribadi), selain sekedar tiga dinar saja.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20456

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Dzar Al Ghifari ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ سُوَيْدَ بْنَ الْحَارِثِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أُحِبُّ أَنَّ لِي مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا قَالَ شُعْبَةُ أَوْ قَالَ مَا أُحِبُّ أَنَّ لِي أُحُدًا ذَهَبًا أَدَعُ مِنْهُ يَوْمَ أَمُوتُ دِينَارًا أَوْ نِصْفَ دِينَارٍ إِلَّا لِغَرِيمٍ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Amru bin Murrah} berkata, Aku mendengar {Suwaid bin Harits} berkata, Aku mendengar {Abu Dzar} berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Saya tidak suka sekiranya saya memiliki emas sebesar gunung uhud, Syu’bah menyebutkan, “Saya tidak suka sekiranya saya memiliki emas sebesar gunung uhud, kemudian pada hari dimana aku meninggal aku memiliki satu atau setengah dinar, kecuali (uang itu memang aku sediakan) untuk membayar hutang.”