Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {‘Abdullah bin Muhammad} dari {‘Amr bin Syurahbil bin Sa’id bin Sa’ad bin ‘Ubadah} dari {ayahnya} dari {kakeknya} dari {Sa’id bin ‘Ubadah} bahwa seseorang dari Anshor mendatangi Nabi saw. lalu berkata; Beritahukan kepada kami tentang hari jum’at, kebaikan apa yang ada padanya? Rasulullah saw. bersabda; “Didalamnya ada lima kejadian; di hari itu Adam diciptakan, Adam turun ke bumi, Adam wafat, dan di hari itu terjadi kiamat. Tidaklah seorang hamba meminta sesuatu kepada Allah pada hari itu melainkan pasti diberi, selama tidak meminta perbuatan dosa atau memutus silaturrahim dan dihari itu terjadi kiamat. Tidaklah malaikat yang dekat, tidaklah langit, bumi, gunung dan batu melainkan bersimpati kepada hari Jum’at.”
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} telah mengkhabarkan kepada kami {Al Mubarak} dari {Al Hasan} dari {Sa’ad bin ‘Ubadah} berkata; Rasulullah saw. melintasiku lalu aku berkata; Wahai Rasulullah! Tunjukkan aku pada suatu sedekah? Rasulullah saw. bersabda; “Berilah air minum.”
Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj}, ia berkata; Saya mendengar {Syu’bah} menceritakan dari {Qatadah}, ia berkata; Saya mendengar {Al Hasan} menceritakan dari {Sa’ad bin ‘Ubadah}; bahwasanya ibunya meninggal dunia, ia berkata; Wahai Rasulullah! ibuku meninggal dunia, bolehkah aku bersedekah untuknya? Rasulullah saw. bersabda; “Ya.” Ia bertanya; Sedekah apa yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda; “Memberi air minum.” Berkata Al Hasan; Itulah air minum keluarga Sa’ad di Madinah.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah Al Khuza’i} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Bilal} dari {Rabi’ah bin Abu ‘Abdur Rahman} dari {Isma’il bin ‘Amr bin Qais bin Sa’ad bin ‘Ubadah} dari {ayahnya}, bahwa mereka menemukan dibuku Sa’ad bin ‘Ubadah bahwa Rasulullah saw. memutuskan berdasarkan sumpah dan seorang saksi.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id, budak Bani Hasyim}, telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Al Mughirah} telah menceritakan kepada kami {Humaid bin Hilal} dari {Sa’id bin Al Musayyib} dari {Sa’ad bin ‘Ubadah} dari Rasulullah saw. bersabda kepadanya; “Pungutlah zakat dari Bani Fulan dan telitilah dengan benar, agar supaya pada hari Kiamat kelak, kamu tidak datang pada hari kiamat dengan memanggul anak unta yang mengeluh-eluh diatas pundakmu atau diatas punggungmu.” Sa’ad berkata; Wahai Rasulullah! Palingkanlah hal itu dariku. Lalu Beliau memalingkan darinya.”
Telah menceritakan kepada kami {Yunus}, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid}, telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman bin Abu Syumailah} dari {seseorang} yang menyandarkannya kepada {Sa’id Ash Shorrof} dari {Ishaq bin Sa’ad bin ‘Ubadah} dari {ayahnya -Sa’ad bin ‘Ubadah-}, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda; “Perkampungan Anshar ini adalah ujian, mencintai mereka adalah keimanan dan membenci mereka adalah tanda kemunafikan.”
Telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Khalid} dari {Yazid bin Abu Ziyad} dari {‘Isa bin Fa`id} dari {seseorang} dari {Sa’ad bin ‘Ubadah} berkata; Aku mendengar seseorang berkata bukan hanya sekali dua kali; Rasulullah saw. bersabda; “Tidaklah seorang yang memimpin sepuluh orang melainkan akan mendatangi Allah Azzawajalla dalam keadaan terbelenggu pada hari kiamat, tidak ada yang melepaskannya dari belenggu itu kecuali keadilan dan tidaklah seseorang mempelajari Al Quran kemudian melupakannnya melainkan bertemu Allah dalam keadaan putus tangannya.”
Telah menceritakan kepada kami {Abu An Nadhr} telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah Sayiban} dari {Manshur} dari {Salim bin Abu Al Ja’d} dari {Salamah bin Nu’aim} -salah seorang sahabat Rasulullah saw.-, berkata; Rasulullah saw. bersabda; “Barangsiapa bertemu Allah tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu pun, ia masuk surga meski berzina dan meski mencuri.”
Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin ‘Amr} telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Sufyan} dari {Abu Ishaq} dari {Abu ‘Amr Asy Syaibani} berkata; {Ri’yah As Suhaimi} mendatangi Nabi saw. lalu berkata; Anak dan hartaku diserang. Rasulullah saw. bersabda; “Harta telah dibagi, sedangkan anak, hai Bilal pergilah bersamanya. Bila ia mengenali anaknya, serahkan padanya.” Bilal pergi bersama Ri’yah, Bilal memperlihatkan anak pada Ri’yah lalu bertanya; Kau mengenalinya. Ia menjawab; Ya. Lalu Bilal menyerahkan anak itu pada Ri’yah lalu pergi. Berkata Sufyan; Mereka meriwayatkan bahwa Ri’yah masuk Islam sebelum penyerangan.
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} telah menceritakan kepada kami {Isra`il} telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Asy Sya’bi} dari {Ri’yah As Suhaimi} berkata; Rasulullah saw. mengirim surat padanya dalam kulit merah, ia mengambil surat Rasulullah saw. kemudian dipakai untuk menambal gayungnya. Kemudian Rasulullah saw. mengirim tentara sariyah (ekspedisi militer yang tanpa diikutsertai Rasulullah saw.), Tidaklah mereka meninggalkan angin, ternak, keluarga dan hartanya, melainkan mereka pasti mengambilnya. Ri’yah melarikan diri dengan telanjang mengendarai kuda miliknya yang tidak ada pelananya hingga tiba di hadapan putrinya yang sudah memiliki suami di Bani Hilal, putrinya sudah masuk Islam dan keluarganya juga. Majelis kaum diselenggarakan di halaman rumahnya. Ia berputar keliling hingga masuk ke rumah putrinya dari belakang. Saat purinya melihatnya, ia memberinya baju. Putrinya berkata; Ada apa denganmu? Ia menjawab; Semua keburukan menimpa ayahmu. Aku tidak ditinggali angin, binatang ternak, keluarga dan harta, semuanya diambil. Putrinya berkata; ‘Kau diseru untuk masuk Islam? Ia balik bertanya; Mana suamimu? Putrinya menjawab; Sedang mengurus unta. Lalu Ri’yah mendatangi suami putrinya, suami putrinya bertanya; Ada apa denganmu? Ri’yah menjawab; Semua keburukan menimpaku. Aku tidak ditinggali angin, binatang ternak, keluarga dan harta, semuanya diambil dan aku menginginkan Muhammad, aku akan bergegas menemuinya sebelum membagi-bagikan keluarga dan hartaku. suami putrinya berkata; Ambillah kendaraanku sebagai gantinya. Ri’yah berkata; Aku tidak membutuhkannya. suami putrinya mengambil perbekalan dan membekalinya dengan sekantong air, ia mengenakan baju yang bila wajahnya ditutupi, pantatnya kelihatan dan bila pantatnya ditutupi, mukanya terlihat sementara ia tidak mau dikenali. Ia pergi hingga tiba di Madinah lalu mengikat tunggangannya kemudian mendatangi Rasulullah saw., saat itu beliau tengah shalat. Seusai Rasulullah saw. shalat fajar, Ri’yah berkata; Wahai Rasulullah! Bentangkan tanganmu, aku akan berbaiat pada baginda. Rasulullah saw. membentangkan tangan beliau. Saat Ri’yah hendak memukul tangan Rasulullah saw., Rasulullah saw. meraihnya, Rasulullah saw. melakukan hal itu sebanyak tiga kali. Pada kali ketiganya Rasulullah saw. bersabda; “Siapa kamu?” ia menjawab; Ri’yah As Suhaimi. Rasulullah saw. meraih lengan atasnya dan mengangkatnya lalu bersabda; “Hai sekalian kaum muslimin! Ini Ri’yah As Suhaimi yang saya kirimi surat lalu suratku dipakai untuk menambal gayungnya.” Ri’yah pun menunduk-nunduk pada beliau dan berkata; wahai Rasulullah! Keluarga dan hartaku. Rasulullah saw. bersabda; “Harta sudah dibagi, sementara keluargamu, siapa yang bisa kau kenali dari mereka?” ia keluar, ternyata putranya telah mengenali kendaraannya, ia tengah berdiri didekatnya ia lalu kembali menemui Rasulullah saw., ia berkata; Ini putraku. Rasulullah saw. bersabda; “Hai Bilal! Keluarlah bersamanya dan tanyakan siapa ayahnya, bila ia mengiyakan serahkan pada ayahnya.” Bilal keluar menemuinya dan bertanya; Ini ayahmu? Ia menjawab; Ya. Kemudian Bilal kembali menemui Rasulullah saw. dan berkata; Wahai Rasulullah! Aku tidak melihat seorang pun yang bersedih hati pada temannya. Rasulullah saw. bersabda; “Itulah kasarnya tabiat orang badui.”