Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Robi’ah bin Laqith At Tujini} dari {‘Abdullah bin Hawalah Al Azdi Al Azdi} dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda; “Barangsiapa yang selamat dari tiga hal berarti ia selamat.” Beliau mengucapkannya tiga kali. Mereka bertanya; Apa itu wahai Rasulullah saw.! Rasulullah saw. bersabda; “Kematianku, terbunuhnya seorang khalifah yang sabar memegang teguh kebenaran yang diberikannya dan Dajjal.”
Telah menceritakan kepada kami {‘Ishom bin Khalid} dan {‘Ali bin ‘Ayyasy} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Hariz} dari {Sulaiman bin Sumair} dari {Ibnu Hawalah Al Azdi} salah satu sahabat Rasulullah saw., dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda; “Syam, Yaman dan ‘Irak akan menjadi bala tentara kuat, wallahu a’lam, mana yang bermula terlebih dahulu. Hendaklah kalian ke Syam, ingat! hendaklah kalian ke Syam, ingat! hendaklah kalian ke Syam. Bagi yang tidak suka hendaklah ke Yaman dan hendaklah minum di kolamnya karena Allah Azzawajalla menyerahkan Syam dan penduduknya kepadaku.”
Telah menceritakan kepada kami {Bahz} dan {Abu An Nadhr} keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Al Mughirah} telah menceritakan kepada kami {Humaid} berkata; Al Walid mendatangiku dan seorang temanku, ia berkata kepada kami; Kemarilah, kalian lebih muda dariku dan lebih mengerti hadits dari pada aku. Ia pergi bersama kami menuju Bisyr bin ‘Ashim kemudian Abu Al ‘Aliyah berkata padanya; Engkau menceritakan dua haditsmu. {Bisyr} berkata; Telah menceritakan kepada kami {‘Uqbah bin Malik}. -berkata Abu An Nadhr Al Laitsi: Bahz berkata, salah satu kelompoknya berkata-; Rasulullah saw. mengirim tentara sariyah lalu menyerang suatu kaum. Ada seseorang melarikan diri kemudian diikuti salah seorang tentara sariyah seraya mengacungkan pedang. Orang yang melarikan diri itu berkata; Aku muslim. Tentara itu tidak memperhatikan ucapannya lalu menebas lehernya hingga mati. Kejadian itu terdengar oleh Rasulullah saw. kemudian beliau menyampaikan kata-kata keras. Hal itu terdengar oleh si pembunuh. Saat Rasulullah saw. berkhutbah, si pembunuh berkata; Wahai Rasulullah! Demi Allah ia hanya mengucapkannya untuk melindungi diri agar tidak terbunuh. Rasulullah saw. berpaling darinya dan dari orang-orang yang ada dihadapan beliau, beliau berkhutbah lalu si pembunuh tidak sabar hingga mengucapkan untuk kali ketiga; Wahai Rasulullah! Demi Allah ia hanya mengucapkannya untuk melindungi diri agar tidak terbunuh. Lalu Rasulullah saw. menghampirinya, kebencian terlihat diwajah beliau, beliau berkata padanya; “Allah Azzawajalla enggan pada orang yang membunuh seorang muslim.” Rasulullah saw. mengucapkannya sebanyak tiga kali.
Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman bin Mahdi} dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Sulaiman Abu Ar Robi’} dari {Al Qosim, budak Mu’awiyah} berkata; Saya memasuki masjid Damaskus, aku melihat orang-orang tengah berkumpul sementara seorang guru menceritakan pada mereka. Aku bertanya; Siapa dia? Mereka menjawab; Dia {Sahl bin Al Handholah}, aku mendengarnya berkata; Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda; “Barangsiapa makan daging hendaklah berwudhu.”
Telah menceritakan kepada kami {Nuh bin Yazid Abu Muhammad} telah mengkhabarkan kepada kami {Ibrahim bin Sa’ad} telah menceritakannya kepadaku {Ibnu Ishaq} dari {‘Isa bin Ma’mar} dari {‘Abdullah bin ‘Amr bin Al Faghwa` Al Khuza’i} dari {ayahnya} berkata; Rasulullah saw. memanggilku, beliau ingin mengutusku untuk memberi sejumah uang pada Sufyan agar dibagi-bagikan kepada orang-orang Quraisy di Mekkah setelah penaklukkan Mekkah. Rasulullah saw. bersabda; “Carilah seorang teman.” Lalu datanglah ‘Amr bin Umaiyah Adh Dhomri berkata; Saya dengar kau hendak pergi dan mencari seorang teman. Aku menjawab; Benar. Ia berkata; Aku akan menemanimu. Lalu aku mendatangi Rasulullah saw. dan aku berkata; Aku sudah mendapatkan seorang teman. Sebelumnya Rasulullah saw. bersabda padaku; “Bila kau sudah menemukan seorang teman beritahukan padaku. Rasulullah saw. bertanya; “Siapa?” aku menjawab; ‘Amr bin Umaiyah Adh Dhomri. Rasulullah saw. bersabda; “Bila kau singgah di kawasan kaumnya, waspadailah dia karena seseorang telah berkata, saudaramu Al Bakri, dan kau tidak mempercayainya.” Kami pun pergi hingga tiga di Abwa, ia berkata kepadaku; Saya ada perlu dengan kaumku diWaddan. Ia pun meninggalkanku. Saat ia pergi, aku teringat sabda Rasulullah saw. kemudian aku naik unta dan pergi hingga tiba diAshofir, ternyata ia bersama kaumnya menjauhiku. Aku berjalan cepat dan mendahuluinya, Saat ia melihatku sudah jauh, mereka pergi lalu ia mendatangiku. Ia berkata; Aku tadi ada perlu dengan kaumku. Saya menjawab; Ya. Kami pun pergi hingga tiba di Mekkah lalu aku menyerahkan uang kepada Abu Sufyan.
Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman bin Mahdi} dari {Zuhri} dari {Al ‘Alaa`} dari {Abu Katsir, budak Muhammad bin ‘Abdullah bin Jahsy} berkata; Telah mengkhabarkan kepadaku {Muhammad bin ‘Abdullah bin Jahsy} berkata; Kami duduk di halaman masjid tempat diletakkannya jenazah sementara Rasulullah saw. duduk dihadapan kami, Rasulullah saw. menengadahkan pandangan beliau ke arah langit, beliau melihat kemudian mengangguk-anggukkan pandangan dan meletakkan tangan diatas dahi lalu bersabda; “Subhaanallaah, subhaanallaah, kesulitan apa yang turun.” Berkata Muhammad bin ‘Abdullah; Kami diam sehari semalam dan kami tidak menilainya baik hingga pagi hari. Berkata Muhammad; Aku bertanya kepada Rasulullah saw. kesulitan apakah yang turun. Rasulullah saw. bersabda; “Dalam agama, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangannya, andai seseorang terbunuh dijalan Allah kemudian hidup lagi kemudian terbunuh dijalan Allah kemudian hidup lagi dan ia memiliki hutang niscaya tidak masuk surga hingga ia melunasi hutangnya.”
Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Masiroh} dari {Al ‘Alaa`} dari {Abu Katsir, budak Muhammad bin Jahsy} dari {Muhammad bin Jahsy} ipar Nabi saw. bahwa Nabi saw. melintasi Ma’mar di halaman masjid seraya duduk memeluk lutut dan membuka ujung lutut, lalu Nabi saw. bersabda kepadanya; “Tutupilah lututmu hai Ma’mar karena lutut itu aurat.”
Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah mengkhabarkan kepadaku {Al ‘Aala`} dari {Abu Katsir} dari {Muhammad bin Jahsy} berkata; Nabi saw. melewati Ma’mar dan saya bersama beliau, dua lutut Ma’mar terbuka lalu beliau bersabda; “Hai Ma’mar tutupilah lututmu karena lutut itu aurat.”
Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin ‘Amr} telah menceritakan kepada kami {Za`idah} dari {Manshur} dari {Syaqiq} telah menceritakan kepada kami {Samuroh bin Sahm} berkata; Aku bertamu ke kediaman {Abu Hasyim bin ‘Utbah}, ia tertikam lalu Mu’awiyah bertandang menjenguknya, ia menangis lalu Mu’awiyah bertanya; Apa yang membuatmu menangis, apakah rasa sakit yang menimpamu ataukah dunia yang telah hilang kesuciannya? Ia menjawab; Bukan itu semua tapi Rasulullah saw. mewasiatkanku suatu hal dan aku ingin mengikutinya, bahwa Rasulullah saw. bersabda; “Mungkin kau menemui harta yang kau bagi diantara kaum-kaum, dalam hal mengumpulkan harta, cukuplah bagimu sebagai pelayan dan penumpang di jalan Allah.” Aku pun menemukan lalu mengumpulkan.
Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah} dari {Yunus bin Saif} dari {Al Harits bin Ghuthoif atau Ghuthoif bin Al Harits} berkata; Aku tidak melupakan hal-hal yang tidak aku lupakan, aku melihat Rasulullah saw. meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri beliau saat shalat.