Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21888

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الصَّلَوَاتِ بِوُضُوءٍ وَاحِدٍ يَوْمَ الْفَتْحِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ إِنَّكَ صَنَعْتَ شَيْئًا لَمْ تَكُنْ تَصْنَعُهُ قَالَ عَمْدًا صَنَعْتُهُ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {‘Alqamah bin Martsad} dari {Sulaiman bin Buraidah} dari {ayahnya} bahwa Nabi saw. shalat beberapa kali shalat dengan satu wudhu’ saat penaklukkan Makkah. ‘Umar berkata pada beliau: baginda melakukan sesuatu yang belum pernah baginda lakukan. Rasulullah saw. bersabda: “Sengaja aku melakukannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21889

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْجَلِيلِ قَالَ انْتَهَيْتُ إِلَى حَلْقَةٍ فِيهَا أَبُو مِجْلَزٍ وَابْنُ بُرَيْدَةَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ حَدَّثَنِي أَبِي بُرَيْدَةُ قَالَأَبْغَضْتُ عَلِيًّا بُغْضًا لَمْ يُبْغَضْهُ أَحَدٌ قَطُّ قَالَ وَأَحْبَبْتُ رَجُلًا مِنْ قُرَيْشٍ لَمْ أُحِبَّهُ إِلَّا عَلَى بُغْضِهِ عَلِيًّا قَالَ فَبُعِثَ ذَلِكَ الرَّجُلُ عَلَى خَيْلٍ فَصَحِبْتُهُ مَا أَصْحَبُهُ إِلَّا عَلَى بُغْضِهِ عَلِيًّا قَالَ فَأَصَبْنَا سَبْيًا قَالَ فَكَتَبَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْعَثْ إِلَيْنَا مَنْ يُخَمِّسُهُ قَالَ فَبَعَثَ إِلَيْنَا عَلِيًّا وَفِي السَّبْيِ وَصِيفَةٌ هِيَ أَفْضَلُ مِنْ السَّبْيِ فَخَمَّسَ وَقَسَمَ فَخَرَجَ رَأْسُهُ مُغَطًّى فَقُلْنَا يَا أَبَا الْحَسَنِ مَا هَذَا قَالَ أَلَمْ تَرَوْا إِلَى الْوَصِيفَةِ الَّتِي كَانَتْ فِي السَّبْيِ فَإِنِّي قَسَمْتُ وَخَمَّسْتُ فَصَارَتْ فِي الْخُمُسِ ثُمَّ صَارَتْ فِي أَهْلِ بَيْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ صَارَتْ فِي آلِ عَلِيٍّ وَوَقَعْتُ بِهَا قَالَ فَكَتَبَ الرَّجُلُ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ ابْعَثْنِي فَبَعَثَنِي مُصَدِّقًا قَالَ فَجَعَلْتُ أَقْرَأُ الْكِتَابَ وَأَقُولُ صَدَقَ قَالَ فَأَمْسَكَ يَدِي وَالْكِتَابَ وَقَالَ أَتُبْغِضُ عَلِيًّا قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَلَا تَبْغَضْهُ وَإِنْ كُنْتَ تُحِبُّهُ فَازْدَدْ لَهُ حُبًّا فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَنَصِيبُ آلِ عَلِيٍّ فِي الْخُمُسِ أَفْضَلُ مِنْ وَصِيفَةٍ قَالَ فَمَا كَانَ مِنْ النَّاسِ أَحَدٌ بَعْدَ قَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ عَلِيٍّقَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَوَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ مَا بَيْنِي وَبَيْنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ غَيْرُ أَبِي بُرَيْدَةَ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Jalil} berkata: Aku menghadiri halaqah, disana ada Abu Miljaz dan Ibnu Buraidah. {‘Abdullah bin Buraidah} berkata: telah menceritakan kepadaku {ayahku} ia berkata: Aku membenci ‘Ali dengan kebencian yang belum pernah dilakukan seorang pun, dan aku mencintai seorang Quraisy hanya karena ia membenci ‘Ali, lalu orang itu diutus dengan mengendarai kuda, aku menemaninya karena dorongan kebenciannya terhadap ‘Ali. Kami pun menawan tawanan lalu ia mengirim surat kepada Rasulullah saw. supaya mengirim orang untuk membaginya. Kemudian Rasulullah saw. mengirim ‘Ali kepada kami, diantara tawanan itu ada Washifah ia adalah tawanan terbaik, ‘Ali pun membagi, ia keluar dengan kepala tertutup, kami berkata: Wahai Abu Al Hasan! Apa ini? ‘Ali berkata: Apa kalian tidak lihat Washifah yang ada dalam tawanan, aku membaginya dan ia telah menjadi bagian dari seperlima bagian rampasan perang kemudian menjadi ahlul bait Nabi saw. kemudian menjadi keluarga ‘Ali dan aku menggaulinya. Kemudian laki-laki itu mengirim surat kepada Nabi saw., lalu aku berkata: Utuslah aku. Beliau pun mengutusku untuk membenarkan. Aku pun membaca surat dan aku berkata: Ia benar. Beliau memegang tanganku dan surat itu, beliau bersabda: “Apa kau membenci ‘Ali?” Aku menjawab: Ya. Rasulullah saw. bersabda: “Jangan benci padanya, bila kau mencintainya maka tambahilah cintamu, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditanganNya, sungguh bagian keluarga ‘Ali dalam seperlima lebih baik dari Washifah.” buraidah Berkata: Setelah Rasulullah saw. bersabda seperti itu, tidak ada seorang pun yang lebih aku cintai selain ‘Ali. Berkata ‘Abdullah: Demi Dzat yang tidak ada Ilah selainNya, tidak ada orang lain antara aku dengan Nabi saw. dalam hadits ini selain Abu Buraidah.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21890

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ شَرِيكٍ حَدَّثَنَا أَبُو رَبِيعَةَ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ مِنْ أَصْحَابِي أَرْبَعَةً أَخْبَرَنِي أَنَّهُ يُحِبُّهُمْ وَأَمَرَنِي أَنْ أُحِبَّهُمْ قَالُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ عَلِيًّا مِنْهُمْ وَأَبُو ذَرٍّ الْغِفَارِيُّ وَسَلْمَانُ الْفَارِسِيُّ وَالْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ الْكِنْدِيُّ

Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} dari {Syarik} telah menceritakan kepada kami {Abu Rabi’ah} dari {‘Abdullah bin Buraidah} dari {ayahnya} berkata: Rasulullah saw. bersabda: ” Allah AzzaWaJalla mencintai empat orang dari sahabat-sahabatku, Ia memberitahuku bahwa Ia mencintai mereka dan memerintahkanku untuk mencintai mereka.” Mereka bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah! Rasulullah saw. bersabda: ” ‘Ali termasuk diantara mereka, Abu Dzarr Al Ghifari, Salman Al Farisi dan Al Miqdad bin Al Aswad Al Kindi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21891

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ الْأَشْعَرِيَّ أُعْطِيَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ

Telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {‘Abdullah bin Buraidah} dari {ayahnya} bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” ‘Abdullah bin Qais Al Anshari diberi satu dari sekian seruling keluarga Dawud.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21892

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ أَخْبَرَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي دَاوُدَ عَنْ بُرَيْدَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا كَانَ لَهُ كُلَّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ وَمَنْ أَنْظَرَهُ بَعْدَ حِلِّهِ كَانَ لَهُ مِثْلُهُ فِي كُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ

Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah mengabarkan kepada kami {Al A’masy} dari {Abu Dawud} dari {Buraidah} dari Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang memberi penangguhan kepada orang yang kesusahan (membayar hutang), baginya dihitung sedekah setiap harinya dan barangsiapa memberinya penangguhan setelah waktunya (pembayaran hutang) tiba, baginya dihitung sedekah setiap harinya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21893

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَطَاءٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَجَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي تَصَدَّقْتُ عَلَى أُمِّي بِجَارِيَةٍ وَإِنَّهَا مَاتَتْ قَالَ آجَرَكِ اللَّهُ وَرَدَّ عَلَيْكِ الْمِيرَاثَ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Abdullah bin ‘Atho`} dari {‘Abdullah bin Buraidah} dari {ayahnya} berkata: Seorang wanita mendatangi Nabi saw. lalu berkata: Pernah aku bersedekah seorang budak wanita kepada ibuku dan sekarang ia telah meninggal. Rasulullah saw. bersabda: “Semoga Allah membalasmu dan mengembalikan harta warisanmu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21894

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا صَالِحٌ يَعْنِي ابْنَ حَيَّانَ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُكَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي اثْنَيْنِ وَأَرْبَعِينَ مِنْ أَصْحَابِهِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي الْمَقَامِ وَهُمْ خَلْفَهُ جُلُوسٌ يَنْتَظِرُونَهُ فَلَمَّا صَلَّى أَهْوَى فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَةِ كَأَنَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَأْخُذَ شَيْئًا ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَثَارُوا وَأَشَارَ إِلَيْهِمْ بِيَدِهِ أَنْ اجْلِسُوا فَجَلَسُوا فَقَالَ رَأَيْتُمُونِي حِينَ فَرَغْتُ مِنْ صَلَاتِي أَهْوَيْتُ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَ الْكَعْبَةِ كَأَنِّي أُرِيدُ أَنْ آخُذَ شَيْئًا قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الْجَنَّةَ عُرِضَتْ عَلَيَّ فَلَمْ أَرَ مِثْلَ مَا فِيهَا وَإِنَّهَا مَرَّتْ بِي خَصْلَةٌ مِنْ عِنَبٍ فَأَعْجَبَتْنِي فَأَهْوَيْتُ إِلَيْهَا لِآخُذَهَا فَسَبَقَتْنِي وَلَوْ أَخَذْتُهَا لَغَرَسْتُهَا بَيْنَ ظَهْرَانِيكُمْ حَتَّى تَأْكُلُوا مِنْ فَاكِهَةِ الْجَنَّةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ الْكَمْأَةَ دَوَاءُ الْعَيْنِ وَأَنَّ الْعَجْوَةَ مِنْ فَاكِهَةِ الْجَنَّةِ وَأَنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ الَّتِي تَكُونُ فِي الْمِلْحِ اعْلَمُوا أَنَّهَا دَوَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا الْمَوْتَ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Ubaid} telah menceritakan kepada kami {Shalih bin Hayyan} dari {Ibnu Buraidah} dari {ayahnya} bahwa ia bersama Rasulullah saw. dengan empatpuluh dua sahabat, beliau shalat di maqam dan mereka duduk di belakang beliau menunggu. Seusai shalat, beliau melangkah ke ka’bah sepertinya beliau hendak mengambil sesuatu kemudian beliau beralih menuju para sahabat, para sahabat bergerak lalu Rasulullah saw. berisyarat dengan tangan beliau agar tetap duduk. Mereka duduk lalu Rasulullah saw. bersabda: “Kalian melihatku saat aku usai shalat, aku menginginan sesuatu yang ada diantaraku dan ka’bah, sepertinya aku ingin mengambil sesuatu.” Mereka berkata: Ya, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: ” Surga diperlihatkan padaku, aku tidak pernah melihat sesuatu seperti yang ada didalamnya, setandun anggur melintasiku dan membuatku kagum, aku pun menujunya untuk mengambilnya tapi ia telah pergi mendahuluiku, andai aku mengambilnya niscaya aku akan menanamnya dihadapan kalian supaya kalian bisa memakan buah-buahan surga dan ketahuilah bahwa kam`ah itu obat mata, (kurma) ‘ajwah adalah buah surga dan habbatussauda` yang diberi garam, ketahuilah bahwa ia adalah obat segala penyakit kecuali kematian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21895

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ الْفَتْحِ فَتْحُ مَكَّةَ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ رَأَيْتُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَنَعْتَ الْيَوْمَ شَيْئًا لَمْ تَكُنْ تَصْنَعُهُ قَالَ عَمْدًا صَنَعْتُهُ يَا عُمَرُ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Alqamah bin Martsad} dari {Sulaiman bin Buraidah} dari {ayahnya} bahwa saat penaklukkan Makkah, Rasulullah saw. berwudhu, beliau membasuh bagian atas kedua sepatu, lalu ‘Umar berkata pada beliau: Wahai Rasulullah! Aku melihatmu hari ini melakukan sesuatu yang belum pernah baginda lakukan. Rasulullah saw. bersabda: “Aku sengaja melakukannya wahai ‘Umar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21896

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِي رَبِيعَةَ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّمَا لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Abu Rabi’ah} dari {Ibnu Buraidah} dari {ayahnya} berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah pandanganmu pertama kau lanjuti dengan pandangan (berikutnya), karena yang pertama terhitung keuntungan bagimu, namun yang selanjutnya itu terlarang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21897

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Buraidah Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ مُهَاجِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا يَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا هُمَا الزَّهْرَاوَانِ يَجِيئَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُجَادِلَانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Basyir bin Muhajir} dari {‘Abdullah bin Buraidah} dari {ayahnya} berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Pelajarilah surat Al Baqarah karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya rugi, tidak mampu dikalahkan oleh tukang-tukang sihir, pelajarilah surat Al Baqarah dan Aali ‘Imraan karena keduanya adalah dua bunga yang menaungi pemiliknya pada hari kiamat, keduanya seperti dua awan, naungan atau dua kelompok burung berbaris yang membela pembaca keduanya.”