Telah menceritakan kepada kami Abdullah berkata; “Saya menemukan hadits ini di dalam kitab ayahku yang ditulis dengan tangannya.”, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Humaid Abu Sufyan}, dari {Sufyan}, dari {Tsaur bin Yazid}, dari {Khalid bin Ma’dan}, dari {Aisyah}, bahwa Rasulullah saw. sangat menjaga puasa sya’ban, dan puasa senin dan kamis.
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim}, telah menceritakan kepada kami {Al-Laits} berkata; Telah menceritakan kepadaku {Nafi’}, dari {Al-Qasim bin Muhammad}, dari {Aisyah}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya pemilik (pembuat) gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. Dan dikatakan kepada mereka, ‘Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan.'” Telah menceritakan kepada kami {Hasyim}, telah menceritakan kepada kami {Al-Laits} berkata; Telah menceritakan kepadaku {Nafi’} dari {Abdullah bin Umar} dengan hadits yang serupa.
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Al-Laits} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Uqail}, dari {Ibnu Syihab}, dari {Urwah}, dari {Aisyah} berkata; Apabila salah seorang dari keluarganya terkena (penyakit), maka hendaknya sekelompok wanita pergi dan tinggal wanita yang khusus mengurusinya. Lalu (Aisyah RAH) memerintahkan untuk memeras susu dan memasaknya. Kemudian (Aisyah RAH) memerintahkan untuk membuat bubur, dan susunya dituangkan di atas bubur tersebut. Lalu (Aisyah RAH) Berkata; ‘Makanlah ia (bubur dan susu tersebut), karena sungguh saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Sesungguhnya susu itu sangat baik untuk hati orang sakit, ia dapat menghilangkan kesedihan (dari rasa sakit).'”
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim}, telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah, yaitu Syaiban}, dari {Hilal bin Abi Humaid Al-Anshari}, dari {Urwah bin Az-Zubair}, dari {Aisyah} berkata; “Ketika Rasulullah saw. sakit dan tidak bisa bangun darinya beliau bersabda: ‘Sungguh Allah akan melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani, karena mereka telah menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid.'” (Aisyah RAH) Berkata; “Kalaulah bukan karena hal itu, pasti kuburannya akan ditampakkan (tidak di pagar), tapi karena khawatir bila (kuburannya) dijadikan masjid.”
Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin ‘Isa} berkata; Telah menceritakan kepadaku {Muslim}, dari {Hisyam bin Urwah}, dari {ayahnya}, dari {Aisyah}, bahwa ada seorag lelaki yang membeli seorang budak dan ingin mengambil untung darinya. Tapi, kemudian ia mendapatkan aib padanya, sehingga ia mengembalikannya karena terdapat aib. Lalu si penjual berkata; “Penjual itu telah menggadai budakku” Kemudian Nabi saw. bersabda: “Orang yang menggadai harus mempunyai jaminan.”
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Muhammad, yaitu Ibnu Rasyid}, dari {Yahya bin Yahya Al-Ghassaani} berkata; “Saya datang ke Madinah dan saya bertemu dengan {Abu Bakar bin Muhammad bin Amru bin Hazm} dan dia sedang bekerja di Madinah.” (Abu Bakar bin Muhamad RH) Berkata; “Di hadapkan kepadaku seorang pencuri dan bibiku, {Amrah binti Abdurrahman}, menyuruhku; ‘Hendaknya kamu jangan terburu-buru dalam memutuskan perkara lelaki ini hingga saya datang kepadamu dan mengabarkan apa yang saya dengar dari {Aisyah} dalam urusan pencurian.'” (Abu Bakar bin Muhamad RH) Berkata; “Lalu dia (Amrah binti Abdurrahman RHa) mendatangiku dan mengabarkan kepadaku bahwa dia telah mendengar Aisyah berkata; Rasulullah saw. bersabda: ‘Potonglah (tangan) mereka bila telah mencapai seperempat dinar dan jangan kalian memotongnya bila kurang dari itu.” Dan pada waktu itu, seperempat dinar adalah tiga dirham. Dan satu dinar (pada waktu itu) adalah dua belas dirham. (Abu Bakar bin Muhamad RH) Berkata; “Sedang yang dicuri lelaki tersebut tidak mencapai seperempat dinar, sehingga saya tidak memotongnya.”
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Abu Muawiyah, yaitu Syaiban}, dari {Yahya}, dari {Salim, pembantu Daus}, bahwa dia telah mendengar {Aisyah} berkata kepada Abdurrahman bin Abu bakar; “Sempurnakanlah wudhu, karena sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Celakalah tumit yang menjadi bagian dari neraka.'”
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu Muawiyah, yaitu Syaiban}, dari {Yahya}, dari {Abi Salamah}, dari {Aisyah}, bahwasanya Rasulullah saw. shalat dua rekaat antara adzan dan iqamat dari shalat subuh.
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al-Qasim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Sa’id}, dari {ayahnya} berkata; dikatakan kepada {Aisyah}; “Wahai Ummul mukminin! pada bulan ini hilal terlihat pada tanggal dua puluh sembilan.” (Aisyah RAh) Berkata; “Apa yang membuat kalian heran? Sungguh lebih sering saya berpuasa bersama Rasulullah saw. selama dua puluh sembilan hari dari pada tiga puluh hari.”
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim}, telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Sa’id}, dari {ayahnya}, dari {Aisyah} berkata; Rasulullah saw. menemuiku seraya bersabda: “Wahai Aisyah! Kaummu adalah umatku yang paling cepat menyimpang.” (Aisyah Rah) Berkata; “Ketika beliau duduk, saya berkata; ‘Wahai Rasulullah, Allah telah menjadikanku sebagai tebusanmu, dan engkau telah berkata dengan perkataan yang membuat saya takut. Beliau bersabda: “Apa itu (yang membuat kamu takut)?” (Aisyah Rah) menjawab; “Engkau mengatakan bahwa kaumku adalah umatmu yang paling cepat menyimpang.” Beliau bersabda: “Ya.” (Aisyah Rah) Berkata; “Apa yang menyebabkan hal itu?” Beliau bersabda: “Kematian akan menghiasi mereka dan umat mereka akan saling berebut.” (Aisyah Rah) Berkata; saya berkata; “Lalu bagaimana kondisi mereka setelah itu atau ketika itu?” beliau bersabda: “Seperti belalang yang memakan belalang lainnya yang masih kecil hingga terjadinya hari kiamat.” Abu Abdurrahman berkata; “Lalu ada seorang lelaki membisikinya, dia adalah belalang yang belum tumbuh bulu sayapnya.”