Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 81

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Awal Musnad Umar bin Khatthab ra.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ كُلَيْبٍ قَالَ قَالَ أَبِي فَحَدَّثَنَا بِهِ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاقَالَ وَمَا أَعْجَبَكَ مِنْ ذَلِكَ كَانَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِذَا دَعَا الْأَشْيَاخَ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَانِي مَعَهُمْ فَقَالَ لَا تَتَكَلَّمْ حَتَّى يَتَكَلَّمُوا قَالَ فَدَعَانَا ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ مَا قَدْ عَلِمْتُمْ فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وِتْرًا فَفِي أَيِّ الْوِتْرِ تَرَوْنَهَا

Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} Telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid Bin Ziyad} dia berkata; Telah menceritakan kepada kami {‘Ashim Bin Kulaib} dia berkata; {bapakku} telah berkata; telah menceritakan kepada kami dengan hadits itu {Ibnu Abbas} dia berkata; “Sesuatu yang akan sangat mengherankan kalian adalalah, bahwa {Umar} apabila mengundang tetua-tetua dari kalangan sahabat Muhammad saw., dia juga mengundangku bersama mereka, dan berkata; “Kamu jangan berkata sehingga mereka telah mereka berkata.” Maka pada suatu hari atau malam dia mengundang kami dan berkata; “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda tentang lailatul Qadar sebagaimana kalian telah mengetahuinya, maka intailah dia pada malam malam sepuluh hari terakhir yang ganjil dan di waktu waktu yang kamu anggap ganjil.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 397

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Musnad Utsman bin ‘Affan ra.

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ حُدَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُبَيْدٍ عَنْ حُمْرَانَ بْنِ أَبَانَ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَلِمَ أَنَّ الصَّلَاةَ حَقٌّ وَاجِبٌ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah dia berkata; Telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah Bin Umar} Telah menceritakan kepada kami {Utsman Bin Umar} Telah menceritakan kepada kami {Imran Bin Hudair} dari {Abdul Malik Bin ‘Ubaid} dari {Humran Bin Aban} dari {Utsman Bin Affan}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa mengetahui bahwa shalat itu haq dan wajib maka dia masuk Syurga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 398

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Musnad Utsman bin ‘Affan ra.

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ حَدَّثَنِي أَبُو مَعْشَرٍ يَعْنِي الْبَرَّاءَ وَاسْمُهُ يُوسُفُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا ابْنُ حَرْمَلَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَحَجَّ عُثْمَانُ حَتَّى إِذَا كَانَ فِي بَعْضِ الطَّرِيقِ أُخْبِرَ عَلِيٌّ أَنَّ عُثْمَانَ نَهَى أَصْحَابَهُ عَنْ التَّمَتُّعِ بِالْعُمْرَةِ وَالْحَجِّ فَقَالَ عَلِيٌّ لِأَصْحَابِهِ إِذَا رَاحَ فَرُوحُوا فَأَهَلَّ عَلِيٌّ وَأَصْحَابُهُ بِعُمْرَةٍ فَلَمْ يُكَلِّمْهُمْ عُثْمَانُ فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ نَهَيْتَ عَنْ التَّمَتُّعِ أَلَمْ يَتَمَتَّعْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ فَمَا أَدْرِي مَا أَجَابَهُ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami} Telah menceritakan kepadaku {Abu Ma’syar} yaitu Al Barra’ dan namanya Yusuf Bin Yazid, Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Harmalah} dari {Sa’id Bin Al Musayyib} dia berkata; Utsman berangkat melaksanakan haji, ketika sampai di pertengahan jalan, sampailah berita kepada Ali bahwa Utsman melarang para sahabatnya dari melaksanakan haji Tamattu’ dengan Umrah dan Haji, maka {Ali} berkata kepada para sahabatnya; “Apabila dia berangkat, maka berangkatlah kalian, ” kemudian Ali dan para sahabatnya berniat dengan Umrah, maka Utsman tidak berbicara dengan mereka, lalu Ali berkata; “Bukankah telah diberitakan bahwa kamu melarang dari melaksanakan haji tamattu’? Bukankah Rasulullah melaksanakan haji tamattu’?” Sa’id Bin Al Musayyib berkata; “Dan aku tidak tahu apa jawaban Utsman.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 399

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Musnad Utsman bin ‘Affan ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ قَالَأَرْسَلَ إِلَيَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَبَيْنَا أَنَا كَذَلِكَ إِذْ جَاءَهُ مَوْلَاهُ يَرْفَأُ فَقَالَ هَذَا عُثْمَانُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ وَسَعْدٌ وَالزُّبَيْرُ بْنُ الْعَوَّامِ قَالَ وَلَا أَدْرِي أَذَكَرَ طَلْحَةَ أَمْ لَا يَسْتَأْذِنُونَ عَلَيْكَ قَالَ ائْذَنْ لَهُمْ ثُمَّ مَكَثَ سَاعَةً ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ هَذَا الْعَبَّاسُ وَعَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَسْتَأْذِنَانِ عَلَيْكَ قَالَ ائْذَنْ لَهُمَا فَلَمَّا دَخَلَ الْعَبَّاسُ قَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ اقْضِ بَيْنِي وَبَيْنَ هَذَا وَهُمَا حِينَئِذٍ يَخْتَصِمَانِ فِيمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَمْوَالِ بَنِي النَّضِيرِ فَقَالَ الْقَوْمُ اقْضِ بَيْنَهُمَا يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ وَأَرِحْ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْ صَاحِبِهِ فَقَدْ طَالَتْ خُصُومَتُهُمَا فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنْشُدُكُمْ اللَّهَ الَّذِي بِإِذْنِهِ تَقُومُ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ قَالُوا قَدْ قَالَ ذَلِكَ وَقَالَ لَهُمَا مِثْلَ ذَلِكَ فَقَالَا نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي سَأُخْبِرُكُمْ عَنْ هَذَا الْفَيْءِ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَصَّ نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُ بِشَيْءٍ لَمْ يُعْطِهِ غَيْرَهُ فَقَالَ{ وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ }وَكَانَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاصَّةً وَاللَّهِ مَا احْتَازَهَا دُونَكُمْ وَلَا اسْتَأْثَرَ بِهَا عَلَيْكُمْ لَقَدْ قَسَمَهَا بَيْنَكُمْ وَبَثَّهَا فِيكُمْ حَتَّى بَقِيَ مِنْهَا هَذَا الْمَالُ فَكَانَ يُنْفِقُ عَلَى أَهْلِهِ مِنْهُ سَنَةً ثُمَّ يَجْعَلُ مَا بَقِيَ مِنْهُ مَجْعَلَ مَالِ اللَّهِفَلَمَّا قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا وَلِيُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَهُ أَعْمَلُ فِيهَا بِمَا كَانَ يَعْمَلُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} Telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Malik Bin Aus Al Hadatsan} dia berkata; “Umar mengutusku, dan ketika aku dalam keadaan demikian, tiba tiba budaknya datang memanggilnya. Budak tersebut berkata; “Ini {Utsman}, {Abdurrahman}, {Sa’d} dan {Zubair Bin Al Awwam}, – aku tidak tahu apakah dia menyebut {Thalhah} atau tidak, – mereka meminta izin untuk menghadap kepadamu.” Umar berkata; “Izinkan mereka masuk, ” kemudian diam sejenak, dan setelah itu dia datang dan berkata; “Ini {Al Abbas} dan {Ali} meminta izin kepada kepadamu.” Umar berkata; “izinkan keduanya.” Ketika Abbas masuk, dia berkata; “Wahai Amirul Mukminin, putuskanlah diantara aku dan orang ini (Ali).” Saat itu keduanya saling menuntut mengenai harta yang Allah berikan (harta Fai`) kepada Rasul-Nya, yaitu harta Bani Nadzir, kemudian orang-orang berkata; “Putuskanlah diantara keduanya wahai Amirul Mukminin, dan tenangkanlah masing masing pihak dari sahabatnya, sesungguhnya persengketaan mereka telah berlangsung dalam waktu yang lama!” {Umar} berkata; “Aku sumpah kalian atas nama Allah yang atas izin-Nya tegaklah langit dan bumi, apakah kalian tahu bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: “Kami tidak diwarisi, apa yang kami tinggalkan adalah sedekah”. Mereka menjawab; “Beliau mengatakan demikian.” Kemudian Umar mengatakan demikian kepada keduanya, lalu keduanya berkata; “Ya.” Umar berkata; “Sesungguhnya aku akan mengabarkan kepada kalian tentang pemberian (harta fai`) ini, sesungguhnya Allah telah mengkhususkan sesuatu kepada Nabi-Nya yang tidak diberikan kepada yang lainnya. Allah berfirman: “Dan apa saja harta rampasan (fai`) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan tidak pula seekor untapun, ” (QS. Al Hasyr: 6). Harta ini khusus untuk Rasulullah saw. dan Allah tidak memberikannya kepada yang lain, juga tidak pula mengutamakannya untuk kalian. Sesungguhnya Allah telah membagikan harta ini diantara kalian dan juga menyebarkannya untuk kalian, sehingga masih tersisa dari harta ini. Dahulu beliau membelanjakan harta itu untuk keluarganya selama satu tahun, kemudian menjadikan sisanya sebagai harta Allah, ketika Rasulullah saw. wafat, Abu Bakar berkata; “Aku adalah penerus Rasulullah sepeninggal beliau, aku akan menggunakan harta tersebut dengan cara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 400

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Musnad Utsman bin ‘Affan ra.

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ الطَّائِفِيُّ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ مُوسَى بْنِ عِمْرَانَ بْنِ مَنَّاحٍ عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّهُ رَأَى جَنَازَةً فَقَامَ إِلَيْهَا وَقَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى جَنَازَةً فَقَامَ لَهَا

Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami {Isma’il Abu Ma’mar} Telah menceritakan kepada kami {Yahya Bin Sulaim Ath Tha`ifi} dari {Isma’il Bin Umaiyah} dari {Musa Bin Imran Bin Mannah} dari {Aban Bin Utsman} dari {Utsman}, bahwa dia melihat jenazah, lalu berdiri seraya berkata; “Aku melihat Rasulullah saw. ketika melihat jenazah beliau berdiri.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 401

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Musnad Utsman bin ‘Affan ra.

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَارِظٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَشَهِدْتُ عَلِيًّا وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فِي يَوْمِ الْفِطْرِ وَالنَّحْرِ يُصَلِّيَانِ ثُمَّ يَنْصَرِفَانِ فَيُذَكِّرَانِ النَّاسَ فَسَمِعْتُهُمَا يَقُولَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ هَذَيْنِ الْيَوْمَيْنِحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ الْجُنْدَعِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَأَيْتُ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ عُثْمَانَ يَتَوَضَّأُ فَأَهْرَاقَ عَلَى يَدَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ اسْتَنْثَرَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَمَضْمَضَ ثَلَاثًا وَذَكَرَ الْحَدِيثَ مِثْلَ مَعْنَى حَدِيثِ مَعْمَرٍ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Bin Abu Bakar} Telah menceritakan kepada kami {Khalid Bin Al Harits} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Sa’id Bin Abdullah Bin Qaridz} dari {Abu ‘Ubaid} dia berkata; aku melihat {Ali} dan Utsman melaksanakan shalat pada hari Aidul Fitri dan Aidul Adha, kemudian selesai shalat keduanya memberikan nasihat kepada orang-orang, aku mendengar keduanya berkata; “Rasulullah saw. telah melarang dari berpuasa pada dua hari ini.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Bakr telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij Telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari ‘Atho` Bin Yazid Al Junda’i bahwa dia mendengar Humran mantan hamba sahaya Utsman Bin Affan berkata; aku telah melihat Amirul Mukminin Utsman berwudhu, kemudian dia menuangkan air ke atas tangannya tiga kali, kemudian beristintsar (memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya) tiga kali dan berkumur-kumur tiga kali.” kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan haditsnya Ma’mar.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 402

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Musnad Utsman bin ‘Affan ra.

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ قَبِيصَةَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُقَالَ أَلَا أُرِيكُمْ كَيْفَ كَانَ وُضُوءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا بَلَى فَدَعَا بِمَاءٍ فَتَمَضْمَضَ ثَلَاثًا وَاسْتَنْثَرَ ثَلَاثًا وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ ثَلَاثًا وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَغَسَلَ قَدَمَيْهِ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ وَاعْلَمُوا أَنَّ الْأُذُنَيْنِ مِنْ الرَّأْسِ ثُمَّ قَالَ قَدْ تَحَرَّيْتُ لَكُمْ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami {Yazid Bin Harun} telah memberitakan kepada kami {Al Jurairi} dari {‘Urwah Bin Qabishah} dari {seorang lelaki berasal dari Anshar} dari bapaknya bahwa {Utsman} berkata; “Ketahuilah, maukah aku perlihatkan kepada kalian bagaimana wudhu Rasulullah saw.?” Para sahabat menjawab; “Ya” lalu dia mengambil air, kemudian berkumur-kumur tiga kali dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung) tiga kali, kemudian membasuh wajahnya dan kedua tangannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya tiga kali, lalu berkata; “Dan ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kedua telinga adalah bagian dari kepala, ” lalu dia berkata; “Aku telah jelaskan dengan rinci kepada kalian tatacara wudhu Rasulullah saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 403

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Musnad Utsman bin ‘Affan ra.

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ الْأَعْرَابِيُّ عَنْ مَعْبَدٍ الْجُهَنِىِّ عَنْ حُمْرَانَ بْنِ أَبَانَ قَالَكُنَّا عِنْدَ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَدَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ وُضُوئِهِ تَبَسَّمَ فَقَالَ هَلْ تَدْرُونَ مِمَّا ضَحِكْتُ قَالَ فَقَالَ تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا تَوَضَّأْتُ ثُمَّ تَبَسَّمَ ثُمَّ قَالَ هَلْ تَدْرُونَ مِمَّ ضَحِكْتُ قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَتَمَّ وُضُوءَهُ ثُمَّ دَخَلَ فِي صَلَاتِهِ فَأَتَمَّ صَلَاتَهُ خَرَجَ مِنْ صَلَاتِهِ كَمَا خَرَجَ مِنْ بَطْنِ أُمِّهِ مِنْ الذُّنُوبِ

Telah menceritakan kepada kami {Ishaq Bin Yusuf} Telah menceritakan kepada kami {‘Auf Al A’rabi} dari {Ma’bad Al Juhani} dari {Humran Bin Aban} dia berkata; ketika kami berada di sisi {Utsman Bin ‘Affan}, dia mengambil air dan berwudhu, ketika selesai berwudhu dia tersenyum, kemudian bertanya; “Apakah kalian tahu kenapa aku tertawa?” Dia berkata; Utsman berkata; “Rasulullah saw. pernah berwudhu seperti wudhuku kemudian beliau tersenyum, lalu beliau bertanya; “Apakah kalian tahu kenapa aku tertawa?” Utsman berkata; maka kami menjawab; “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya, apabila seorang hamba berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian melaksanakan shalat dan menyempurnakan shalatnya, maka dia selesai dari shalatnya sebagiamana ketika keluar dari perut ibunya yaitu bersih dari dosa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 404

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Musnad Utsman bin ‘Affan ra.

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ شَقِيقٍ يَقُولُكَانَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَنْهَى عَنْ الْمُتْعَةِ وَعَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُفْتِي بِهَا فَقَالَ لَهُ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَوْلًا فَقَالَ لَهُ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ ذَلِكَ قَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَجَلْ وَلَكِنَّا كُنَّا خَائِفِينَقَالَ شُعْبَةُ فَقُلْتُ لِقَتَادَةَ مَا كَانَ خَوْفُهُمْ قَالَ لَا أَدْرِي

Telah menceritakan kepada kami {Rauh} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dia berkata; aku mendengar {Abdullah Bin Syaqiq} berkata; bahwa {Utsman} melarang dari haji tamattu’, akan tetapi Ali berfatwa membolehkannya, maka Utsman mengatakan sesuatu kepadanya, kemudian {Ali} menjawabnya; “Bukankah kamu telah mengetahui bahwa Rasulullah saw. melakukannya?” Utsman menjawab; “Betul, akan tetapi ketika itu kita dalam kondisi takut.” Syu’bah berkata; aku berkata kepada Qatadah; “Apa yang mereka takutkan?” Dia menjawab; “Tidak tahu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 405

Kitab 1 : Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Bab : Musnad Utsman bin ‘Affan ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَقِيقٍكَانَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَنْهَى عَنْ الْمُتْعَةِ وَعَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَأْمُرُ بِهَا فَقَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِعَلِيٍّ قَوْلًا ثُمَّ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّا قَدْ تَمَتَّعْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَجَلْ وَلَكِنَّا كُنَّا خَائِفِينَ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {SyU’bah} dari {Qatadah} dia berkata; {Abdullah Bin Syaqiq} berkata; bahwa {Utsman} melarang haji tamattu’, akan tetapi Ali berfatwa membolehkannya, maka Utsman mengatakan sesuatu kepadanya, kemudian {Ali} menjawab; “Bukankah kamu telah mengetahui bahwa kita pernah melakukan tamattu’ ketika bersama Rasulullah saw.?” Utsman menjawab; “Betul, akan tetapi ketika itu kita dalam kondisi takut.”