Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17373

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits Ka’b bin Murrah As Sulami atau Murrah bin Ka’b ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَكُنَّا مُعَسْكِرِينَ مَعَ مُعَاوِيَةَ بَعْدَ قَتْلِ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَامَ كَعْبُ بْنُ مُرَّةَ الْبَهْزِيُّ فَقَالَ لَوْلَا شَيْءٌ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قُمْتُ هَذَا الْمَقَامَ فَلَمَّا سَمِعَ بِذِكْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْلَسَ النَّاسَ فَقَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ مَرَّ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ عَلَيْهِ مُرَجِّلًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَتَخْرُجَنَّ فِتْنَةٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمَيْ أَوْ مِنْ بَيْنِ رِجْلَيْ هَذَا هَذَا يَوْمَئِذٍ وَمَنْ اتَّبَعَهُ عَلَى الْهُدَى قَالَ فَقَامَ ابْنُ حَوَالَةَ الْأَزْدِيُّ مِنْ عِنْدِ الْمِنْبَرِ فَقَالَ إِنَّكَ لَصَاحِبُ هَذَا قَالَ نَعَمْ قَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لَحَاضِرٌ ذَلِكَ الْمَجْلِسَ وَلَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي فِي الْجَيْشِ مُصَدِّقًا كُنْتُ أَوَّلَ مَنْ تَكَلَّمَ بِهِ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah} dari {Sulaim bin Amir} dari {Jubair bin Nufair} ia berkata, “Kami adalah pasukan yang bergabung dengan Mu’awiyah pasca terbunuhnya Utsman radliallahu ‘anhu. Kemudian berdirlah {Ka’ab bin Murrah Al Bahzi} seraya berkata, “Kalau bukan karena sesuatu yang telah aku dengar dari Rasulullah saw., aku tidak akan berdiri di tempat ini.” Saat nama Rasulullah saw. disebutkan, maka orang-orangpun duduk. Ka’ab kemudian melanjutkan ucapannya, “Saat kami berada di sisi Rasulullah saw., tiba-tiba lewatlah Utsman radliallahu ‘anhu ta’ala dengan berjalan kaki, Rasulullah saw. lalu bersabda: “Kelak benar-benar akan muncul fitnah dari bawah telapak kaki atau dari kedua kaki laki-laki ini. Orang ini (Utsman) dan orang-orang yang mengikutinya berada di atas kebenaran.” Jubair berkata, “Kemudian berdirilah Ibnu Hawalah Al Azdi dari sisi mimbar seraya berkata, “Sungguh, engkau teman orang ini (Utsman)?” Ka’ab menjawab, “Benar.” Ibnu Haiwalah lantas berkata, “Demi Allah, saya benar-benar hadir dalam majlis itu! Sekiranya dalam pasukan tersebut ada seseorang yang bisa membenarkanku, tentu akulah orang yang pertama kali berbicara tentang hal ini.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17374

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits Ka’b bin Murrah As Sulami atau Murrah bin Ka’b ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ يَعْنِي البُرْسَانِيَّ أَخْبَرَنَا وُهَيْبُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ قَالَقَامَتْ خُطَبَاءُ بِإِيلِيَاءَ فِي إِمَارَةِ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَتَكَلَّمُوا وَكَانَ آخِرَ مَنْ تَكَلَّمَ مُرَّةُ بْنُ كَعْبٍ فَقَالَ لَوْلَا حَدِيثٌ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قُمْتُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ فِتْنَةً فَقَرَّبَهَا فَمَرَّ رَجُلٌ مُقَنَّعٌ فَقَالَ هَذَا يَوْمَئِذٍ وَأَصْحَابُهُ عَلَى الْحَقِّ وَالْهُدَى فَقُلْتُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَقْبَلْتُ بِوَجْهِهِ إِلَيْهِ فَقَالَ هَذَا فَإِذَا هُوَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} -yakni Al Bursani- telah mengabarkan kepada kami {Wuhaib bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abul Asy’ats} ia berkata, “Pada masa keppemimpinan Mu’awiyah?? radliallahu ‘ahu, para khathib berdiri dan berbicara di Iliya`. Dan orang yang terakhir kali berbicara adalah {Murrah bin Ka’ab}, ia mengatakan, “Kalau bukan karena suatu hadits yang telah saya dengar dari Rasulullah saw., niscaya saya tidak akan berdiri. Saya mendengar Rasulullah saw. menyebut tentang fitnah, dan beliau menerangkan bahwa waktu (datangnya fitnah itu) telah dekat. Tiba-tiba lewatlah seorang laki-laki bertopeng, beliau kemudian bersabda: “Di suatu hari nanti orang ini dan para shabatnya berada di atas kebenaran dan petunjuk.” Maka saya bertanya, “Apakah orang ini wahai Rasulullah?” maka saya pun menghadapkan wajahnya ke hadapan beliau, dan beliau pun menjawab: “Ya, benar.” Dan ternyata orang itu adalah Utsman radliallahu ‘andu.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17375

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits Abu Sayyarah Al Mut’I dari Nabi saw.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِي سَيَّارَةَ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُتْعِيِّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي نَخْلًا قَالَ أَدِّ الْعُشُورَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ احْمِهَا لِي قَالَ فَحَمَاهَا لِي قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ احْمِ لِي جَبَلَهَا قَالَ فَحَمَى لِي جَبَلَهَا

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dan {Abdurrahman} dari {Sa’id bin Abdul Aziz} dari {Sulaiman bin Musa} dari {Abu Sayyarah} bahwa Abdurrahman Al Mut’i berkata; Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki sarang lebah.” Rasulullah saw. bersabda: “Keluarkanlah sepersepuluh (sebagai zakat).” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, jagalah sarang lebah milikku itu?” Maka beliau pun menjaganya. ‘Abdurrahman menyebutkan, “”Jagalah sarangnya untukku.” Maka beliau pun menjaganya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17376

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits seorang laki-laki dari sahabat Nabi saw.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَلَّكُمْ تَقْرَءُونَ وَالْإِمَامُ يَقْرَأُ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَنَفْعَلُ قَالَ فَلَا تَفْعَلُوا إِلَّا أَنْ يَقْرَأَ أَحَدُكُمْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Khalid Al Hadzdza`} dari {Abu Qilabah} dari {Muhammad bin Abu Aisyah} dari {seorang laki-laki} sahabat Nabi saw., ia berkata, “Nabi saw. bersabda: “Sepertinya kalian membaca saat imam sedang membaca?” beliau mengulangi ucapannya itu dua atau tiga kali. Maka para sahabat pun menjawab, “Benar kami telah melakukannya wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Janganlah kalian melakukannya, kecuali salah seorang dari kalian membaca surat Al Fatihah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17377

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits seorang laki-laki dari Bani Sulaim ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرٍ الْأَسْلَمِيُّ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ حَاجِبِ سُلَيْمَانَ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ سَلَامَةَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا فَرَغَ مِنْ طَعَامِهِ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَطْعَمْتَ وَسَقَيْتَ وَأَشْبَعْتَ وَأَرْوَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ غَيْرَ مَكْفُورٍ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْكَ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Amir Al Aslami} dari {Abu Ubaid Hajib Sulaiman} dari {Nu’aim bin Salamah} dari {Seorang laki-laki Bani Sulaim} -seorang sahabat Nabi saw.-, bahwa jika Nabi saw. selesai makan, maka beliau membaca doa: “ALLAHUMMA LAKAL HAMDU, ATH’AMTA WA SAQAITA WA ASYBA’TA WA ARWAITA, FALAKAL HAMDU GHAIRA MAKFUURIN WA LAA MUWADDA’IN WA LAA MUSTAGHNAN ‘ANKA (Ya Allah, bagi-Mu segala pujian, Engkaulah yang telah memberi makan, memberi minum, memberi kekenyangan dan menghilangkan haus, maka bagi-Mulah segala pujian yang tidak pernah terputus, tidak pernah ditinggalkan, dan tidak pernah merasa tidak butuh dari-Mu).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17378

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits seorang laki-laki dari sahabat Nabi saw.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ يِسَافٍ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ لَمْ يَجِدْ رِيحَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {bapakku} dari {Manshur} dari {Hilal bin Yisaf} dari {Al Qasim bin Mukhaimirah} dari {seorang laki-laki} sahabat Nabi saw., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membunuh seorang laki-laki Ahlu Dzimmah, maka ia tidak akan mendapatkan wanginya surga. Padahal wanginya surga akan tercium dari jarak tujuh puluh tahun perjalanan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17379

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits seorang laki-laki dari sahabat Nabi saw.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ شُعْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَفْصٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ مُحَيْرِيزٍ يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُنَاسًا مِنْ أُمَّتِي يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dari {Syu’bah} dan {Muhammad bin Ja’far} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Bakr bin Hafsh} ia berkata, saya mendengar {Ibnu Muhairiz} menceritakan dari {seorang laki-laki} sahabat Nabi saw., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya ada di antara umatku orang-orang yang meminum khamer dan mereka menamainya dengan selain namanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17380

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits seorang laki-laki dari sahabat Nabi saw.

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَّامٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَنْرَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ ثُمَّ تَلَا شَيْئًا مِنْ الْقُرْآنِ وَقَالَ هُشَيْمٌ مَرَّةً آيًا مِنْ الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ يَمَسَّ مَاءً

Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepada kami {Dawud bin Amru} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abu Sallam} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {seorang} yang pernah melihat Nabi saw. buang air kecil, kemudian setelah itu beliau membaca ayat Al Quran. Husyaim menyebutkan, “Membaca ayat Al Quran sebelum beliau menyentuh air.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17381

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Tambahan Hadits Abdurrahman bin Abu Qurrad ra.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو جَعْفَرٍ عُمَيْرُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنِي الْحَارِثُ بْنُ فُضَيْلٍ وَعُمَارَةُ بْنُ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي قُرَادٍ قَالَخَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاجًّا قَالَ فَرَأَيْتُهُ خَرَجَ مِنْ الْخَلَاءِ فَاتَّبَعْتُهُ بِالْإِدَاوَةِ أَوْ الْقَدَحِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ حَاجَةً أَبْعَدَ فَجَلَسْتُ لَهُ بِالطَّرِيقِ حَتَّى انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الْوَضُوءَ قَالَ فَأَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيَّ فَصَبَّ عَلَى يَدِهِ فَغَسَلَهَا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ بِكَفِّهَا فَصَبَّ عَلَى يَدٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ مَسَحَ عَلَى رَأْسِهِ ثُمَّ قَبَضَ الْمَاءَ عَلَى يَدٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ مَسَحَ عَلَى رَأْسِهِ ثُمَّ قَبَضَ الْمَاءَ قَبْضًا بِيَدِهِ فَضَرَبَ بِهِ عَلَى ظَهْرِ قَدَمِهِ فَمَسَحَ بِيَدِهِ عَلَى قَدَمِهِ ثُمَّ جَاءَ فَصَلَّى لَنَا الظُّهْرَ

Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Ja’far Umair bin Yazid} telah menceritakan kepadaku {Al Harits bin Fudhail} dan {Umarah bin Khuzaimah bin Tsabit} dari {Abdurrahman bin Abu Quraad} ia berkata, “Saya pernah bepergian bersama Rasulullah saw. untuk menunaikan haji. Suatu saat saya melihat beliau keluar dari kamar kecil, maka saya pun mengikutinya dengan membawa bejana kecil atau semacam ceret. Jika Rasulullah saw. ingin buang hajat maka beliau menjauh, maka saya duduk di jalan sampai Rasulullah saw. beranjak. Kemudian saya berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah engkau butuh air wudhu?” Rasulullah saw. pun mendatangiku seraya menuang air ke tangan dan mencucinya. Setelah itu beliau memasukkan tangannya ke dalam sapu tangan miliknya, lalu beliau menuangkan air dengan satu tangan dan membasuh kepalanya. Kemudian beliau mengambil air lagi dengan satu tangan lalu membasuh kepalanya. Kemudian mengambil air lagi dengan tangannya dan membasuh punggung kakinya dengan menggunakan tangannya, setelah itu beliau beranjak dan shalat Zhuhur bersama kami.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17382

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits Mantan Budak Rasulullah saw.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ مَوْلًى لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَخٍ بَخٍ لِخَمْسٍ مَا أَثْقَلَهُنَّ فِي الْمِيزَانِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْوَلَدُ الصَّالِحُ يُتَوَفَّى فَيَحْتَسِبُهُ وَالِدُهُ وَقَالَ بَخٍ بَخٍ لِخَمْسٍ مَنْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مُسْتَيْقِنًا بِهِنَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبِالْجَنَّةِ وَالنَّارِ وَبِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْحِسَابِ

Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Aban} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {Zaid} dari {Abu Sallam} dari {Pembantu Rasulullah saw.}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Duhai alangkah menakjubkannya lima hal ini, timbangannya begitu berat di mizan; (yaitu kalimat) LAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, WA SUBHANALLAH WAL HAMDU LILLAH (Tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah dan segala pujian bagi Allah). Dan anak shalih yang meninggal dunia sedang orang tuanya mengharapkan ganjaran (di sisi Allah).” Beliau lalu bersabda lagi: “Duhai alangkah menakjubkannya lima hal ini, (Yaitu) barangisapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan beriman kepada perkara-perkara tersebut maka ia akan masuk surga; beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhir, beriman tentang adanya Surga dan Neraka, beriman dengan hari kebangkitan setelah kematian serta adanya hisab (perhitungan amal).”