Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17917

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَن طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ عَن عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْسَجَةَ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَنَحَ مَنِيحَةَ وَرِقٍ أَوْ مَنِيحَةَ لَبَنٍ أَوْ هَدَى زُقَاقًا كَانَ لَهُ كَعَدْلِ رَقَبَةٍ وَقَالَ مَرَّةً كَعِتْقِ رَقَبَةٍ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Thalhah bin Musharrif} dari {Abdurrahman bin Ausajah} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang memberikan pemberian berupa Wariq (mata uang dirham), atau memberi minuman susu, atau menghadiahkan kantong air yang terbuat dari kulit, maka baginya adalah seperti pahala memerdekakan satu orang budak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17918

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَن سُفْيَانَ عَن أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ قَالَمَا رَأَيْتُ مِنْ ذِي لِمَّةٍ أَحْسَنَ فِي حُلَّةٍ حَمْرَاءَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهُ شَعْرٌ يَضْرِبُ مَنْكِبَيْهِ بَعِيدُ مَا بَيْنَ الْمَنْكِبَيْنِ لَيْسَ بِالطَّوِيلِ وَلَا بِالْقَصِيرِ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa`} ia berkata; Saya tidak melihat seorang pun yang mempunyai rambut indah dengan mengenakan pakaian yang berwarna merah daripada Rasulullah saw. Beliau memiliki rambut yang menyentuh kedua bahunya. Dan jarak antara kedua pundaknya agak lebar, tidak terlalu panjang dan tidak pula terlalu pendek.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17919

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَابْنُ جَعْفَرٍ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَن سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَن عُبَيْدِ بْنِ فَيْرُوزَ مَوْلَى بَنِي شَيْبَانَ فِي حَدِيثِهِ قَالَسَأَلْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ مَا كَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْأَضَاحِيِّ أَوْ مَا نَهَى عَنْه مِنْ الْأَضَاحِيِّ فَقَالَ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَيَدُهُ أَطْوَلُ مِنْ يَدِي أَوْ قَالَ يَدِي أَقْصَرُ مِنْ يَدِهِ قَالَ أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الضَّحَايَا الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ عَرَجُهَا وَالْكَسِيرُ الَّتِي لَا تُنْقِي فَقُلْتُ لِلْبَرَاءِ فَإِنَّا نَكْرَهُ أَنْ يَكُونَ فِي الْأُذُنِ نَقْصٌ أَوْ فِي الْعَيْنِ نَقْصٌ أَوْ فِي السِّنِّ نَقْصٌ قَالَ فَمَا كَرِهْتَهُ فَدَعْهُ وَلَا تُحَرِّمْهُ عَلَى أَحَدٍ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dan {Ibnu Ja’far} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman bin Abdurrahman} dari {Ubaid bin Fairuz} bekas budak Bani Syaiban di dalam haditsnya, ia berkata; Saya bertanya kepada {Al Baraa` bin Azib} mengenai apa saja yang dibenci oleh Rasulullah saw. dari hewan kurban atau apa yang beliau larang untuk dijadikan hewan kurban. Maka ia pun berkata; Rasulullah saw. berdiri di tengah-tengah kami dan tangan beliau lebih pandang daripada tanganku -atau ia mengatakan- tanganku lebih pendek daripada tangan beliau. Dan beliau bersabda: “Ada empat jenis hewan yang tidak boleh digunakan sebagai hewan kurban. Yaitu, hewan yang buta dan tampak jelas kebutaannya, yang sakit dan sakitnya itu jelas, yang pincang dan kepincangannya tampak jelas, kemudian hewan yang lesu dan tidak bersih.” Saya berkata kepada Al Baraa`; “Akan tetapi, saya benci apabila pada tanduknya terdapat kekurangan, atau di telinganya terdapat kekurangan atau pada giginya terdapat kekurangan.” Maka Al Baraa` berkata, “Apa yang kamu benci, maka tinggalkanlah, dan jangan kamu mengharamkannya atas seorang pun.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17920

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَن أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ قَالَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَوْبٍ حَرِيرٍ فَجَعَلَ أَصْحَابُهُ يَتَعَجَّبُونَ مِنْ لِينِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَنَادِيلُ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ فِي الْجَنَّةِ أَلْيَنُ مِنْ هَذَا

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa`} ia berkata; Nabi saw. diberi pakaian yang terbuat dari kain sutera, para sahabatnya pun terkagum-kagum akan kelembutannya. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya sapu tangan Sa’d bin Mu’adz di dalam surga lebih lembut daripada ini.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17921

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَن أَبِيهِ عَن أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ قَالَغَزَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسَ عَشْرَةَ غَزْوَةً

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {bapaknya} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa`} ia berkata; Nabi saw. telah berperang sebanyak lima belas kali.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17922

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَن إِسْرَائِيلَ عَن أَبِي إِسْحَاقَ عَن الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَمَرَّ بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَيْبَرَ وَقَدْ طَبَخْنَا الْقُدُورَ فَقَالَ مَا هَذِهِ قُلْنَا حُمُرًا أَصَبْنَاهَا قَالَ وَحْشِيَّةٌ أَمْ أَهْلِيَّةٌ قُلْنَا أَهْلِيَّةٌ قَالَ أَكْفِئُوهَا

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Isra`il} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Nabi saw. melewati kami pada hari Khaibar, sementara kami telah merebus daging himar di atas bejana. Maka beliau bertanya: “Apa ini?” kami menjawab, “Daging Himar, yang kami dapatkan dari harta ghanimah.” Beliau bertanya lagi: “Wahsyiyyah (liar) ataukah Ahliyah (jinak)?” kami menjawab, “Ahliyah.” Maka beliau bersabda: “Tumpahkanlah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17924

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَن إِسْرَائِيلَ عَن أَبِي إِسْحَاقَ عَن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَن الْبَرَاءِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى تَحْتَ خَدِّهِ وَقَالَ اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ أَوْ تَجْمَعُ عِبَادَكَ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Isra`il} dari {Abu Ishaq} dari {Abdullah bin Yazid} dari {Al Baraa`} bahwa jika Nabi saw. hendak tidur, maka beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya seraya berdo’a: “ALLAHUMMA QINII ‘ADZAABAK YAUMA TAB’ATSU ‘IBAADAKA AW TAJMA’U ‘IBAADAK (Ya Allah, selamatkanlah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-Mu atau pada hari Engkau kumpulkan para hamba-MU).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17925

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا فُضَيْلٌ يَعْنِي ابْنَ مَرْزُوقٍ عَن شَقِيقِ بْنِ عُقْبَةَ عَن الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَنَزَلَتْ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ فَقَرَأْنَاهَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ نَقْرَأَهَا لَمْ يَنْسَخْهَا اللَّهُ فَأَنْزَلَ{ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى }فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ كَانَ مَعَ شَقِيقٍ يُقَالُ لَهُ أَزْهَرُ وَهِيَ صَلَاةُ الْعَصْرِ قَالَ قَدْ أَخْبَرْتُكَ كَيْفَ نَزَلَتْ وَكَيْفَ نَسَخَهَا اللَّهُ تَعَالَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} Telah menceritakan kepada kami {Fudhail yakni Ibnu Marzuq}, dari {Syaqiq bin Uqbah} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Telah turun ayat: “Jagalah shalat kalian dan sholat ashr.” (QS. Albaqarah 238). Maka kami membacanya pada zaman Rasulullah saw. sebagaimana yang dikehendaki oleh-Nya dan Allah belum menghapusnya.” kemudian Allah menurunkan ayat: “Jagalah shalat-shalat kalian dan Shalatul Wushtha (shalat Ashar).” Kemudian berkatalah seorang laki-laki yang sedang bersama saudara kandungnya yang biasa dipanggil Azhar, “Shalaatul wushtha adalah shalat Ashar.” Ia juga berkata, “Saya telah mengkhabarkan kepadamu, bagaimana ayat tersebut turun dan bagaimana Allah mengghapusnya kembali. Dan Allahlah yang lebih Mengetahui.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17926

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا أَسْبَاطٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى تَكُونَ إِبْهَامَاهُ حِذَاءَ أُذُنَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami {Ashbath} Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari {Al Baraa` bin Azib} ia berkata; Apabila Nabi saw. memulai shalat, maka beliau mengangkat kedua tangannya, hingga kedua ibu jarinya sejajar dengan kedua telinganya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 17927

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Al Barra’ bin ‘Azib ra.

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي أَنَسٍ عَن عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَن عُبَيْدِ بْنِ فَيْرُوزَ عَن الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ مَاذَا يُتَّقَى مِنْ الضَّحَايَا فَقَالَ أَرْبَعٌ وَقَالَ الْبَرَاءُ وَيَدِي أَقْصَرُ مِنْ يَدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَجْفَاءُ الَّتِي لَا تُنْقِي

Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Umar} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Malik yakni Ibnu Abu Anas}, dari {Amru bin Al Harits} dari {Ubaid bin Fairuz} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya mengenai apa yang beliau larang untuk dijadikan hewan kurban. Maka beliau bersabda -Al Baraa` berkata; Tanganku lebih pendek daripada tangan beliau-: “Ada empat jenis hewan yang tidak boleh digunakan sebagai hewan kurban. Yaitu, hewan yang buta dan tampak jelas kebutaannya, yang sakit dan sakitnya itu jelas, yang pincang dan kepincangannya tampak jelas, kemudian hewan yang lesu dan tidak bersih.”