Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} ia berkata; Aku mendengar {Abu As Sawwar Al ‘Adawy} menceritakan bahwa ia pernah mendengar {‘Imron bin Hushain Al Khuza’i} menceritakan dari Rasulullah saw. bahwa beliau telah bersabda: “Malu itu tidak lain kecuali hanya akan membawa kebaikan.” Lalu Busyair bin Ka’ab berkata; “(kata-kata ini) tertulis juga dalam Al Hikmah (Kitab ahlu kitab) bahwa dari (sifat malu) akan tumbuh kedamaian dan ketenangan.” Lalu ‘Imron berkata; “Aku ceritakan (hadits) dari Rasulullah saw. dan engkau juga ceritakan dari shuhufmu (Al Kitab).”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far}; telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu berkata; “Rasulullah saw. melarang kami dari berobat menggunakan kayy (jeos; yaitu besi yang dipanaskan, sundutan besi panas), lalu kami mencoba untuk melanggar, maksudnya kami mencoba berobat dengan kayy sedang kami tidak beruntung dan tidak berhasil sama sekali(tidak sembuh).”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah}, ia berkata; Aku mendengar {Abu Mirayah Al ‘Ijliy} berkata; Aku mendengar {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu menyebutkan hadits dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak ada ketaatan dalam rangka kemaksiatan kepada Allah ‘azza wajalla.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Hajjaj} keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Humaid bin Hilal}, ia berkata; Aku mendengar {Mutharrif} berkata; {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu berkata kepadaku; “Aku akan mengatakan kepadamu sebuah hadits yang mudah-mudahan Allah mendatangkan manfaat bagimu karenanyaya. Rasulullah saw. pernah menggabung (menyatukan) antara haji dan umrah kemudian beliau tidak melarangnya hingga beliau wafat, dan tidak ada ayat Al-Quran yang turun yang mengharamkannya, beliau selalu memberi salam untukku, akan tetapi ketika aku berobat dengan kayy (besi yang dipanaskan) beliau melarangku, ketika aku meninggalkannya beliau kembali lagi menemuiku.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj}, ia berkata; telah mengkabarkan kepada kami {Syu’bah} dari {Yazid Ar Risyk} berkata; Aku mendengar {Mutharrif} menceritakan sebuah hadits dari {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu dari Nabi saw. bahwasanya beliau ditanya atau dikatakan kepada beliau; “Apa benar penghuni neraka sudah diketahui sekalipun kelihatannya ia penduduk surga?.” Beliau menjawab: “Ya!.” Lalu ditanyakan lagi; “Jadi apa fungsinya orang-orang berbuat (beramal, bertindak)?.” Beliau menjawab: “Semuanya beramal untuk yang dicipta baginya, atau yang dimudahkan baginya.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far}; telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} telah mengabarkan kepada kami {Syu’bah} ia berkata; Aku mendengar {Abu Jamrah} berkata; Aku mendengar {Zahdam bin Mudlarrib}. Hajjaj berkata dalam haditsnya; “Zahdam mendatangiku di rumahku lalu menceritakan kepadaku, ia berkata; saya mendengar {‘Imron bin Hushain} menceritakan bahwa Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian angkatan setelah mereka, lalu angkatan mereka lagi dan kemudian angkatan setelah itu.” ‘Imron bin Hushain berkata; “Aku tidak tahu apakah Rasulullah menyebutkan angkatan setelahnya itu dua atau tiga kali, ” Kemudian akan datang suatu kaum yang akan bersaksi padahal mereka tiada diminta untuk bersaksi, mereka berkhianat dan tiada dapat dipercaya, mereka juga bernadzar(berjanji) tapi tidak mereka tepati serta mereka dikenal dengan badan yang gemuk.” Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah mengkabarkan kepada kami {Syu’bah} ia berkata; “Aku mendengar {Abu Jamrah} berkata; ” {Zahdam} mendatangiku di rumahku lalu menceritakan kepadaku, ia berkata; saya mendengar {‘Imran bin Hushain} menceritakan bahwa Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baik generasi adalah generasiku, ” kemudian menyebutkan hadits seperti di atas hanya tidak disebutkan; “Mereka berkhianat dan tiada dapat dipercaya.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu tayyah}, ia berkata; Aku mendengar {Muththarrif} menceritakan bahwa ia memiliki dua orang istri, lalu ia mendatangi salah satunya lalu istrinya langsung membukakan sorbannya kemudian berkata; “Kamu datang dari istrimu yang lain?.” Dia menjawab; “Aku datang dari tempat {Imran bin Hushain} radliallahu ‘anhu, dia mengatakan sebuah hadits dari Nabi saw. -saya mengira beliau bersabda-: “Penghuni surga yang paling sedikit jumlahnya adalah dari golongan wanita.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu tayyah}, ia berkata; Aku mendengar {seseorang dari bani Laits} berkata; ‘Aku menyaksiakan {Imran bin Hushain} berkata; berkata ‘Imran “Aku bersaksi atas nama Rasulullah saw. bahwasanya beliau melarang untuk memakai hanatim (bejana tanah yang dipakai untuk mengoplos anggur) atau beliau bersabda: “Hantam (bejana tanah biasa digunakan untuk mengoplos anggur untuk mabuk), cincin dari emas dan sutera.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19368
Kitab 11 : Musnad Penduduk Bashrah
Bab : Dan dari Hadits Samurah bin Jundub dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bisyr}, telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abu ‘Arubah} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Samurah bin Jundub} bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memagari tanah (kosong tak ada yang memiliki), maka tanah tersebut menjadi miliknya.” Telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahhab} dari {Sa’id} seperti itu, namun ia mengatakan ‘Man Ahatha’ (barang siapa memagari).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19369
Kitab 11 : Musnad Penduduk Bashrah
Bab : Dan dari Hadits Samurah bin Jundub dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Zakariya bin ‘Adi}, telah mengabarkan kepada kami {Ubaidullah} dari {Abdul Malik bin ‘Umair} dari {Hushain bin Qabishah} dari {Samurah bin Jundub} ia berkata; “Seorang badui bertanya pada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, ketika beliau tengah berkhutbah hingga memotong khutbah beliau, ia berkata; “Wahai Rasulullah, apa pendapat engkau tentang biawak?.” Beliau bersabda: “Ia adalah perubahan wujud dari kutukan kepada Bani Israil, dan hanya Allah Tabaraka wa Ta’ala-lah yang tahu binatang apa saja yang menjadi jelma’annya.”