Telah menceritakan kepada kami {Yunus} Telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman Asy Syaibani} berkata; telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Al Asham} berkata; seorang laki-laki mengundang kami, lalu dia muncul dengan membawa nampan yang terisi tiga belas (daging) dlabb (sejenis biawak), saat itu adalah waktu Isya`. Maka di antara kami ada yang memakannya dan ada yang tidak. Keesokan harinya, kami menemui {Ibnu Abbas} lalu menanyakannya, saat itu banyak orang di majlisnya, hingga sebagian orang mengatakan; Rasulullah saw. bersabda: “Aku tidak memakannya namun aku tidak mengharamkannya.” Ia berkata; Ibnu Abbas berkata; “Buruk sekali yang kalian katakan. Sesungguhnya Rasulullah saw. diutus untuk menghalalkan dan mengharamkan.” Kemudian Ibnu Abbas melanjutkan; “Rasulullah saw. ketika bersama Maimunah dan di sampingnya Al Fadhl bin Abbas, Khalid bin Walid dan seorang perempuan, dihidangkan sebuah nampan berisi roti dan daging dlabb (sejenis biawak).” Ia berkata lagi; “Ketika Rasulullah saw. hendak makan, maka Maimunah berkata kepada beliau; “Wahai Rasulullah, itu adalah daging dlabb.” Maka beliau menahan tangannya dan bersabda: “Sesungguhnya daging itu aku tidak memakannya, namun silakan, makanlah kalian.” Ibnu Abbas berkata; “Lalu Al Fadhl bin Abbas, Khalid bin Walid dan seorang wanita memakannya.” Ia berkata; Maimunah berkata; “Aku tidak akan makan sesuatu yang Rasulullah saw. tidak mau memakannya.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahhab bin ‘Atho`} telah mengabarkan kepada kami {Jarir bin Hazim} dari {Qais bin Sa’d} dari {Yazid bin Hurmuz} bahwasanya Najdah menulis (surat) kepada {Ibnu Abbas} menanyakan tentang bagian untuk kerabat, siapa yang dimaksud? Tentang anak yatim, kapan berakhir status yatimnya? Tentang wanita dan budak yang menyaksikan pembagian harta rampasan perang? dan tentang membunuh anak-anak kaum musyrikin?” maka Ibnu Abbas berkata; “Seandainya jika aku tidak membalasnya dan tidak menimbulkan sesuatu, tentu aku tidak akan menjawabnya.” Lalu ia mengirim surat kepadanya; “Engkau telah mengirim surat kepadaku untuk menanyakan tentang bagian kerabat, siapa yang dimaksud. Sesungguhnya kami menganggapnya untuk kerabat Rasulullah saw. namun kaum kami menolak hal itu pada kami. Tentang anak yatim, kapan berakhir (status) yatimnya. Bila telah bermimpi (basah) atau telah tumbuh bulu kemaluannya. Tentang wanita dan budak yang menyaksikan pembagian harta rampasan perang. Tidak ada bagian untuk keduanya akan tetapi keduanya diberi bagian sekedarnya. Dan tentang membunuh anak kaum musyrikin, maka sesungguhnya Rasulullah saw. tidak membunuh mereka, maka engkau pun jangan membunuhnya kecuali engkau mengetahui (apa yang akan terjadi) pada mereka seperti apa yang diketahui oleh Khaidir terhadap seorang anak yang dibunuhnya.”
Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} berkata; {telah sampai kepadaku} bahwa {‘Atha` bin Abu Rabah} berkata bahwasanya ia mendengar {Ibnu Abbas} mengkabarkan bahwa ada seorang laki-laki terluka pada masa Rasulullah saw. kemudian ia mengalami mimpi basah, kemudian ia disuruh mandi janabah, lalu ia mati. Berita ini sampai kepada Nabi saw. lalu beliau sabdakan: “Mereka telah membunuhnya, semoga Allah membunuh mereka, Bukankah obat ketidaktahuan adalah bertanya.?” (ungkapan kejengkelan beliau, mengapa mereka tidak mengambil rukhsah dengan cara tayammum).
Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Mughirah} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abdullah} dan {Ali bin Abu Thalhah} dari {Abdullah bin Abbas} bahwa Rasulullah saw. memboncengnya di atas tunggangannya, setelah menungganginya, Rasulullah saw. bertakbir tiga kali dan tahmid tiga kali dan tashbih tiga kali dan bertahlil satu kali. Kemudian merunduk lalu tertawa, lalu beliau menghadap kepadanya dan bersabda: “Tidaklah seseorang menunggangi tunggangannya lalu ia melakukan seperti yang kulakukan, kecuali Allah tabaraka wata’ala akan menoleh kepadanya lalu tertawa, sebagaimana tadi aku tertawa kepadamu.”
Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Yamani} telah menceritakan kepada kami {Syu’aib} berkata; {Az Zuhri} ditanya; apakah pada hari jum’at ada mandi wajib? Ia menjawab; telah menceritakan kepadaku {Salim bin Abdullah bin Umar} bahwasanya ia mendengar {Abdullah bin Umar} berkata; Aku mendengar Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa di antara kalian mendatangi (shalat) Jum’at, hendaklah ia mandi.” Dan {Thawus} berkata; Aku katakan kepada {Ibnu Abbas}; mereka menyebutkan bahwa Nabi saw. bersabda: “Mandilah kalian pada hari jumat dan cucilah kepala kalian serta pakailah wewangian.” Ibnu Abbas menjawab; tentang mandi memang benar, adapun tentang minyak wangi, aku tidak tahu.
Abdullah berkata; aku mendapati hadits ini di dalam kitab ayahku dengan tulisan tangannya, telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah mengkabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Abu Al Aswad} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang minta disambungkan rambutnya, serta laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.
Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Bakar} telah menceritakan kepada kami {Hatim bin Abu Shaghirah Abu Yunus} dari {Amru bin Dinar} bahwa {Kuraib} telah mengkabarkan kepadanya bahwa {Ibnu Abbas} berkata; aku mendatangi Rasulullah saw. pada akhir malam, lalu aku shalat di belakang beliau, kemudian beliau meraih tanganku hingga menempatkanku sejajar dengan beliau. Ketika Rasulullah saw. kembali pada shalatnya, aku mundur, Rasulullah saw. melanjutkan shalatnya. Selesai shalat beliau bertanya kepadaku: “Aku telah menempatkanmu sejajar denganku, namun mengapa engkau mundur? Aku menjawab; Wahai Rasulullah, apakah pantas bagi seseorang shalat sejajar dengan engkau, padahal engkau adalah Rasulullah yang telah Allah anugerahkan kepadamu? Rupanya Beliau kagum kepadaku karena ucapanku, lalu beliau berdoa untukku agar Allah menambahkan ilmu dan pemahaman kepadaku. Ia Ibnu Abbas berkata; Kemudian aku melihat Rasulullah saw. tidur hingga aku mendengar dari beliau tarikan suara nafasnya, kemudian Bilal datang dan berkata; Wahai Rasulullah, ayo dirikan shalat. Maka beliau berdiri lalu shalat tanpa mengulangi wudhu.
Telah menceritakan kepada kami Abdullah Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hammad} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} telah menceritakan kepada kami {Abu Balj} telah menceritakan kepada kami {Amru bin Maimun} berkata; aku duduk di samping {Ibnu Abbas}, ketika itu datang Sembilan orang kepadanya, lalu mereka berkata; Wahai Abu Abbas Dari Amr bin Maimun berkata: Ketika aku duduk-duduk dekat Ibnu Abbas tiba-tiba datang sembilan orang sambil berkata: “Wahai Ibnu Abbas, pilihlah, apakah engkau yang ikut bersama kami ataukah mereka yang akan terus bersama kami di sini!”, Ibnu Abbas berkata: baiklah aku akan ikut kalian, Amr bin Maimun berkata: ketika itu Ibnu Abbas masih sehat sebelum dia kehilangan penglihatannya, Amr berkata: lalu mereka mulai berbincang namun aku tidak tahu apa yang mereka ucapkan, kemudian Ibnu Abbas merekatkan bajunya sambil berkata: cukup, cukup, mereka telah mencela seorang lelaki yang memiliki sepuluh keutamaan, mereka telah mencela seorang lelaki yang Nabi berkata kepadanya: Aku akan memberikan bendera (pada perang Khaibar) kepada seorang lelaki yang tidak akan Allah hinakan selamanya, dia mencintai Allah dan Rasulnya, dan semuanya ingin mendapatkan kemuliaan tersebut. Nabi bertanya: dimanakah Ali? Para shahabat menjawab: dia sedang membuat tepung di sebuah rumah. Nabi berkata: tidakkah salah seorang dari kalian yang melakukannya! Ibnu Abbas berkata: lalu Ali datang dengan mata kesakitan dan hampir tidak dapat melihat, Berkata Ibnu Abbas: Lalu Nabi saw. meniup kedua matanya dan menggoyangkan bendera tiga kali lalu memberikannya kepada Ali, kemudian beliau datang dengan membawa Shofiyyah binti Huyay. Ketika itu Nabi telah mengutus seseorang untuk menyampaikan surat Taubah lalu beliau mengutus Ali dibelakangnya untuk mengambil alih tugas tersebut darinya, dan beliau berkata: tidak ada yang menyampaikan surat tersebut kecuali seorang lelaki dari keluargaku, Ibnu Abbas berkata: Nabi pernah berkata kepada anak-anak pamannya: siapakah yang bersedia menjadi pembelaku di dunia dan akherat? Ketika itu Ali sedang bersamanya, Namun para sahabat engga namun Ali berkata: Saya bersedia menjadi pembelamu di dunia dan akherat. Lalu Nabi berkata: “Engkau adalah pembelaku di dunia dan akherat.” berkata Ibnu Abbas: Ali juga orang yang pertama masuk Islam setelah Khodijah. Ibnu Abbas melanjutkan: Nabi juga mengambil bajunya dan memberikannya kepada Ali, Fathimah, Hasan dan Husain dan berkata: “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”. (Al Ahzab: 33). Berkata Ibnu Abbas: Ali Juga pernah mengorbankan nyawanya dengan memakai baju Rasulullah dan tidur di tempat beliau untuk menggantikannya padahal ketika itu orang-orang musyrikin melempari Nabi, kemudian Abu Bakar datang ketika Ali sedang tidur, Abu Bakar mengira yang tidur adalah Rasulullah saw., Abu Bakar memanggilnya: Wahai Rasulullah, Ali Menjawab: Sesungguhnya Rasulullah telah pergi ke sumur Maimun maka cepatlah engkau menyusul beliau.” Lalu Abu Bakar pun menyusulnya. Kemudian Ali lah yang dilempari dengan batu sebagaimana Rasulullah dilempari dan Ali tidak tahan hingga melindungi kepalanya dengan bajunya sampai pagi baru kemudian membukanya, lantas kaum musyrikin berkata: “Celakalah engkau, temanmu kami lempari namun dia bertahan sedang kamu kami lempari namun tidak tahan dan kami telah mencurigai akan hal ini.” Ibnu Abbas juga berkata: Ketika Nabi saw. berangkat untuk perang Tabuk, Ali berkata kepada Nabi: Aku akan ikut bersama engkau, Nabi berkata: “Tidak”, lantas Ali pun menangis. Lalu Nabi berkata: Tidakkah engkau rela berada disisiku seperti kedudukannya Harun disisi Musa? Hanya saja engkau bukan seorang Nabi?, tidak sepatutnya Aku pergi kecuali engkau sebagai penggantiku di Madinah. Nabi saw. juga berkata kepadanya: Engkau adalah waliku atas setiap mukmin sepeninggalku. Nabi juga berkata: Tutuplah semua pintu masjid (bagi yang junub) kecuali pintunya Ali, berkata Ibnu Abbas: lalu Ali masuk masjid dalam keadaan junub dan itu adalah jalannya tidak ada jalan untuknya kecuali jalan tersebut. Nabi juga bersabda: Barang siapa yang Aku adalah walinya maka Ali juga menjadi walinya. Beliau juga bersabda: Allah mengabarkan kepada kami di dalam Alquran bahwa Dia ridho atas orang-orang yang berbai’at di bawah pohon serta Dia juga mengetahui isi hati mereka, lantas apakah pernah Dia mengabarkan bahwa Dia membenci mereka setelah itu?. Berkata Ibnu Abbas: Nabi saw. pernah berkata kepada Umar tatkala dia meminta izin untuk memenggal lehernya: Jika engkau lakukan, tahukah engkau siapa tahu Allah telah melihat isi hati Ahli Badar lalu berfirman: Berbuatlah sekehendak hati kalian. Bercerita kepada kami {Abu Malik} yaitu Katsir bin Yahya dia berkata: Telah bercerita kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Abu Balh} dari {Amr bin Maimun} dari {Ibnu Abbas} seperti hadits di atas.
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} dan {Abu Bakar} keduanya berkata; telah mengkabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengkabarkan kepadaku {Hasan bin Muslim} dari {Thawus} dari {Ibnu Abbas} ia berkata; aku menyaksikan shalat pada hari Idul Fithri bersama Nabi saw., Abu Bakar, Umar dan Utsman, mereka semua melakukan shalat sebelum khutbah kemudian berkhutbah setelah itu. ia berkata; Lalu Nabi saw. turun, seolah-olah aku melihatnya ketika beliau memerintahkan orang-orang dengan tangannya supaya duduk, kemudian beliau berjalan menembus mereka hingga beliau tiba di tempat kaum wanita, saat itu beliau bersama Bilal, lalu beliau bersabda (membacakan ayat): “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan sesuatu pun dengan Allah.’ (QS. Almumtahanah 12), Lalu beliau membacakan ayat ini hingga selesai, setelah selesai beliau bersabda: “Apakah kalian siap demikian?” Lalu seorang wanita berkata, –Dan tidak ada dari mereka yang menjawabnya selain dia–, ia berkata; Ya, wahai Nabi Allah. Hasan tidak tahu siapa nama wanita itu. Beliau bersabda: “Kalau begitu, bersedekahlah kalian.” Ia Ibnu Abbas berkata; maka Bilal membentangkan pakaiannya sambil berkata; Kemarikanlah milik kalian, dan ayah-ibuku saya korbankan untuk kalian. Lalu mereka pun melemparkan cincin-cincin mereka yang besar dan kecil ke dalam pakaian Bilal. Ibnu Bakar berkata; cincin-cincin kecil (dengan tanpa menyebut nama cincin besar).
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengkabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} ia berkata; aku menyaksikan Nabi saw. shalat pada hari raya, kemudian beliau berkhutbah, lalu beliau mengira bahwa kaum wanita tidak dapat mendengar (khutbah beliau), maka beliau menghampiri mereka, lalu beliau menasehati mereka dan bersabda: “Bersedekahlah kalian.” Maka ada seorang wanita yang memberikan cincin, anting-anting dan yang lain. Kemudian beliau menyuruh Bilal, lalu dia mengumpulkannya dengan pakaiannya hingga selesai.